Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Dongkrak Minat Baca, Balai Bahasa Sumut Gandeng 155 Komunitas Literasi dan Rekrut 177 Penulis Buku Anak

Editor Satu • Selasa, 12 Mei 2026 | 14:10 WIB
 Kepala Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara Dr. Asrif, M.Hum saat menjadi narasumber dalam Dialog Publik Peningkatan Literasi dan Numerasi Sumatera Utara di Medan, Kamis (752026).
Kepala Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara Dr. Asrif, M.Hum saat menjadi narasumber dalam Dialog Publik Peningkatan Literasi dan Numerasi Sumatera Utara di Medan, Kamis (752026).

MEDAN, METRODAILY - Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara terus memperkuat gerakan literasi berbasis komunitas di Sumatera Utara.

Sejak 2022, lembaga tersebut telah menggandeng sedikitnya 155 komunitas literasi dan merekrut 177 penulis lokal untuk menghasilkan buku anak bertema budaya dan kearifan lokal Sumut.

Kepala Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara, Dr. Asrif, mengatakan langkah itu dilakukan untuk meningkatkan indeks literasi masyarakat yang masih menjadi persoalan serius, terutama rendahnya minat baca anak-anak.

Baca Juga: Bocah 12 Tahun Diduga Dianiaya Usai Dituduh Mencuri, Keluarga Dipaksa Bayar Rp5 Juta

“Anak-anak sekarang cenderung tidak suka membaca. Karena itu, kami mencoba merangsang minat baca melalui buku-buku tentang Sumatera Utara yang dekat dengan kehidupan mereka,” ujar Asrif dalam “Dialog Publik Peningkatan Literasi dan Numerasi Sumatera Utara” di Batanghari Coffee & Dining, Medan, Kamis (7/5/2026).

Menurut Asrif, program tersebut dijalankan melalui kolaborasi dengan komunitas literasi lokal, Taman Bacaan Masyarakat (TBM), serta berbagai pihak untuk memperkuat ekosistem literasi berbasis masyarakat.

Balai Bahasa Sumut juga secara rutin merekrut penulis baru dari berbagai daerah di Sumatera Utara, termasuk wilayah yang selama ini masih minim akses literasi seperti Sibolga dan Pakpak Bharat.

Baca Juga: Demo Panas di Kantor Bupati Madina, Warga Sopo Batu Desak Kades Mundur

Para penulis didorong menghasilkan buku anak yang mengangkat budaya lokal dalam dua bahasa, yakni bahasa Indonesia dan bahasa daerah.

“Kami ingin anak-anak tertarik membaca lewat gambar, cerita, dan budaya mereka sendiri. Karena itu, buku-buku yang dibuat mengangkat budaya Simalungun, Karo, Toba, Mandailing, Pakpak, hingga pesisir Sibolga,” katanya.

Selain melibatkan penulis, Balai Bahasa juga menggandeng ilustrator untuk memperkuat daya tarik visual buku anak. Strategi itu dinilai penting agar anak-anak lebih mudah tertarik membaca sejak dini.

Baca Juga: Kapolres Palas Sidak Penampilan Anggota, Rambut hingga Seragam Diperiksa

Asrif menegaskan, penguatan literasi tidak bisa dilakukan satu pihak saja. Diperlukan keterlibatan seluruh elemen, mulai dari pemerintah, sekolah, komunitas, hingga masyarakat luas.

“Peningkatan literasi membutuhkan kerja sama seluruh pihak. Ini menjadi tantangan bersama karena indeks membaca masyarakat kita masih bermasalah,” ujarnya.

Dalam upaya memperluas dampak program, Balai Bahasa Sumut juga melakukan intervensi ke sekolah-sekolah dengan skor literasi rendah di sejumlah daerah, termasuk Deli Serdang dan beberapa wilayah lain di Sumatera Utara.

Baca Juga: Kasus Dugaan Penganiayaan Karyawan Sawit Memanas, DPRD Paluta Siap Panggil Perusahaan

Tak hanya literasi baca tulis, Balai Bahasa juga mendorong transformasi literasi digital melalui edukasi kepada generasi muda agar lebih cerdas memilah informasi, memahami fact-checking, serta memanfaatkan media sosial untuk menyebarkan konten positif dan budaya lokal.

Dialog publik tersebut digelar oleh Tanoto Foundation bersama Pemerintah Kota Pematangsiantar dan Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara dengan mengusung tema kolaborasi multipihak untuk peningkatan literasi dan numerasi nasional.

Kegiatan itu turut menghadirkan Regional Lead Tanoto Foundation Sumatera Utara, Medi Yusva, serta Sekretaris Daerah Kota Pematangsiantar, Junaedi Antonius Sitanggang. (mea)

Editor : Editor Satu
#Balai Bahasa Sumut #minat baca #literasi anak