Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Viral! Wanita Hamil di Tapsel Ditandu 30 Km Lewati Pegunungan, Bayi Meninggal

Editor Satu • Selasa, 12 Mei 2026 | 12:40 WIB
 Warga menandu seorang wanita hamil sejauh 30 kilometer melewati jalan rusak dan medan pegunungan di Kecamatan Arse, Tapanuli Selatan, menuju rumah sakit di Sipirok.
Warga menandu seorang wanita hamil sejauh 30 kilometer melewati jalan rusak dan medan pegunungan di Kecamatan Arse, Tapanuli Selatan, menuju rumah sakit di Sipirok.

TAPSEL, METRODAILY – Sebuah video yang memperlihatkan warga menandu seorang wanita hamil melewati jalan pegunungan rusak di Kabupaten Tapanuli Selatan viral di media sosial.

Peristiwa itu terjadi di Dusun Aek Nabara, Desa Dalihan Na Tolu, Kecamatan Arse. Wanita hamil bernama Tuti Daulay harus digotong warga sejauh sekitar 30 kilometer menuju akses kendaraan agar bisa dibawa ke rumah sakit di Sipirok.

Dalam video yang beredar, warga terlihat meletakkan korban di dalam kain yang diikat pada sebatang bambu, lalu dipikul secara bergantian melewati jalan berlumpur dan medan pegunungan.

Baca Juga: Viral Isu Santunan Korban Bencana Harus Ada Mayat, Kadis Sosial Tapteng: Hoaks!

Mantri desa setempat, Samsul Bahri Sihombing, mengatakan dirinya mendapat panggilan dari warga untuk memeriksa kondisi Tuti Daulay pada Jumat (8/5/2026).

Ia berjalan kaki menuju lokasi dan tiba sekitar pukul 20.00 WIB.

“Menurut pengamatan saya, bayi dalam kandungan ibu itu sudah meninggal,” ujar Samsul saat dikonfirmasi, Senin (11/5/2026).

Setelah memeriksa kondisi korban, Samsul menyarankan agar Tuti segera dibawa ke rumah sakit di Sipirok untuk menjalani operasi.

Baca Juga: Polres Tapteng Operasikan 3 Dapur SPPG: Pandan, Sarudik, dan Badiri

Keesokan harinya, Sabtu (9/5/2026), warga beramai-ramai menandu Tuti berjalan kaki sekitar tujuh jam sejauh 30 kilometer menuju Dusun Hasahatan, Kecamatan Sipirok, agar bisa mendapatkan kendaraan menuju rumah sakit.

“Makanya dibawa, digotong lah, ditandu rame-rame. Sekitar perjalanan tujuh jam menempuh 30 kilometer biar sampai ke Dusun Hasahatan dan bisa dapat mobil,” jelasnya.

Rombongan tiba di rumah sakit pada Sabtu sore. Operasi baru dilakukan pada Minggu (10/5/2026).

Baca Juga: Sekdakab Tapteng Pimpin Apel ASN: Pelayanan Harus ‘Naik Kelas’ Pascabencana

Hasil operasi menyatakan kondisi ibu selamat, namun bayi di dalam kandungan tidak tertolong.

“Operasinya berjalan, ternyata ibunya sehat, tetapi bayinya sudah meninggal,” katanya.

Samsul mengungkapkan, peristiwa serupa bukan pertama kali terjadi di wilayah tersebut.

Menurutnya, sejumlah dusun di Desa Dalihan Na Tolu masih sulit dijangkau karena minim pembangunan infrastruktur jalan.

Baca Juga: SMPN 1 Tukka Jadi Pilot Project Sekolah Asri, Siswa Diajari Kelola Sampah

“Sudah dua kali kejadian seperti itu dari dusun lain juga, digotong menuju Kecamatan Arse. Perjalanannya sekitar tujuh jam,” ungkapnya.

Ia juga menyebut tenaga kesehatan sulit bertahan bertugas di wilayah terpencil tersebut.

“Bidan pernah ditugaskan di sana, tetapi tidak tahan lalu pindah,” katanya.

Selain akses jalan yang rusak, warga juga disebut belum menikmati aliran listrik PLN secara memadai.

Baca Juga: Bupati Humbahas Hibahkan Tanah untuk Kantor Bawaslu, Ini Lokasinya

Penerangan tenaga surya yang tersedia banyak mengalami kerusakan karena usia pemakaian yang sudah lama.

Warga berharap pemerintah segera memberi perhatian terhadap kondisi infrastruktur dan pelayanan dasar di wilayah terpencil tersebut. (dtc)

Editor : Editor Satu
#wanita hamil ditandu #rs sipirok #tapsel