TOBA, METRODAILY – Puluhan warga dari Siregar Aek Nalas, Kecamatan Uluan, Kabupaten Toba, menggelar aksi unjuk rasa di kantor Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Toba, Senin (11/5/2026).
Dalam aksi tersebut, warga mendesak pemerintah melegalkan aktivitas tambang batu rakyat di kawasan tepi Danau Toba.
Massa aksi menilai aktivitas penambangan yang mereka lakukan sejalan dengan pernyataan Presiden Prabowo Subianto terkait legalisasi tambang rakyat melalui pembentukan koperasi.
Baca Juga: SMPN 1 Tukka Jadi Pilot Project Sekolah Asri, Siswa Diajari Kelola Sampah
“Untuk itu, kami sudah membentuk koperasi para penambang batu yang bernama Koperasi Produsen Pekerja Profesional Nusantara (KPPPN),” ujar salah seorang orator bermarga Siregar.
Dalam orasinya, warga meminta pemerintah tidak menjadikan masyarakat sebagai “pengemis di tanah sendiri”.
Mereka juga menyinggung Pasal 27 ayat (2) UUD 1945 yang menyebutkan setiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak.
Baca Juga: Bupati Humbahas Hibahkan Tanah untuk Kantor Bawaslu, Ini Lokasinya
Selain itu, warga turut mengutip Pasal 33 ayat (3) UUD 1945 terkait penguasaan sumber daya alam oleh negara untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
Massa aksi juga mengaitkan tuntutan mereka dengan sila kelima Pancasila tentang keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Menurut warga, legalisasi tambang rakyat berbasis koperasi dinilai menjadi solusi agar aktivitas penambangan masyarakat memiliki kepastian hukum.
“Kalau perintah presiden saja diabaikan oleh para pemimpin di Kabupaten Toba, bagaimana kami bisa mempercayai kebijakan yang dibuat,” ujar seorang warga dalam aksi tersebut.
Baca Juga: Pulau Sibandang, Surga Tersembunyi di Danau Toba yang Mulai Diburu Wisatawan
Warga lainnya mengaku aktivitas menambang dilakukan semata-mata untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga.
“Di mana kemerdekaan kami? Kami menambang hanya untuk makan, tetapi kami ditakut-takuti. Kami ingin tetap bekerja agar anak kami bisa terus sekolah dan hidup lebih baik,” katanya.
Menanggapi aksi tersebut, pihak Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Toba menerima aspirasi warga dan mengajak perwakilan massa berdialog di ruang pertemuan dinas.
Hingga aksi berakhir, situasi berlangsung aman dan kondusif. (net)
Editor : Editor Satu