Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Refleksi 800 Tahun Santo Fransiskus: PMKRI Pematangsiantar Ajak Generasi Muda Hidup Sederhana dan Cinta Lingkungan

Metro-Esa • Minggu, 10 Mei 2026 | 11:51 WIB
PMKRI Cabang Pematangsiantar Santo Fransiskus dari Assisi menyelenggarakan Seminar Tahun Yubileum di Aula Gereja Katolik Paroki St. Joseph.
PMKRI Cabang Pematangsiantar Santo Fransiskus dari Assisi menyelenggarakan Seminar Tahun Yubileum di Aula Gereja Katolik Paroki St. Joseph.


SIANTAR, METRODAILY — Dalam semangat memperingati 800 tahun perjalanan spiritual Santo Fransiskus dari Assisi, Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Pematangsiantar Santo Fransiskus dari Assisi menyelenggarakan Seminar Tahun Yubileum di Aula Gereja Katolik Paroki St. Joseph, Jalan Bali, Sabtu (9/5/2026).

Seminar bertajuk “800 Tahun Santo Fransiskus dari Assisi” ini hadir sebagai refleksi bagi para kader mahasiswa untuk mendalami kembali nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh Sang Santo. Terutama dalam menjalin relasi yang harmonis antara manusia, sesama, dan alam ciptaan.

Ketua Presidium PMKRI Pematangsiantar, Fransisco Mezgion Hutauruk, menyampaikan bahwa keteladanan Santo Fransiskus adalah kompas moral bagi pemuda masa kini.

Baca Juga: PMKRI Pematangsiantar Nobar Film Pesta Babi': Suarakan Perlawanan Kolonialisme Modern di Tanah Papua

“Kita diajak untuk melihat kembali esensi kebahagiaan yang bukan terletak pada kemewahan materi, melainkan pada ketulusan hati untuk berbagi dan kepedulian terhadap sesama yang membutuhkan,” ungkap Fransisco.

Narasumber utama, Pastor Paulus Silalahi, OFMCap dari Biara Kapusin St. Laurensius. Pastor Paulus mengisahkan transformasi hidup Santo Fransiskus yang memilih jalan kerendahan hati sebagai bentuk dedikasi spiritual yang mendalam.

“Jalan yang ditempuh Fransiskus adalah jalan cinta. Beliau mengajarkan kita bahwa kekayaan sejati ditemukan saat kita mampu melepaskan ego dan mulai merangkul kemanusiaan dengan ketulusan,” tutur Pastor Paulus.

Baca Juga: Paskah Ternodai Penyegelan Gereja di Tangerang, PMKRI Pematangsiantar Desak Negara Tegakkan Keadilan

Lebih lanjut, Pastor Paulus menekankan pentingnya membangun kesadaran ekologis di kalangan mahasiswa. Ia mengingatkan bahwa Santo Fransiskus memandang alam sebagai saudara yang harus dijaga dan dihormati. 

“Mencintai alam adalah bagian dari iman. Melalui semangat Fransiskan, kita diajak untuk menjadi penjaga bumi yang bertanggung jawab demi masa depan generasi mendatang,” tambahnya.

Seminar yang dipandu oleh Vincentius D.B.A. Nadeak ini berhasil menciptakan ruang diskusi yang hangat. Para peserta diajak untuk merumuskan langkah-langkah konkret dalam menerapkan gaya hidup bersahaja dan aktif dalam gerakan pelestarian lingkungan di lingkungan kampus maupun masyarakat.

Baca Juga: PMKRI Cabang Pematangsiantar Sukses Gelar Pendidikan Sospolkum

Kegiatan ini turut dihadiri dan didukung oleh Dewan Pembina & Dewan Pertimbangan, Pastor, Bruder, Frater dan Suster . Melalui momentum ini, PMKRI Pematangsiantar berharap dapat terus melahirkan kader-kader yang memiliki keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan kelembutan hati.

Acara diakhiri dengan doa bersama dan pekik semangat Religio Omnium Scientiarum Anima; Pro Ecclesia et Patria (Agama adalah Jiwa dari Segala Ilmu Pengetahuan; Untuk Gereja dan Tanah Air).(rel/esa)

Editor : Metro-Esa
#PMKRI #PMKRI Cabang Pematangsiantar