SIMALUNGUN, METRODAILY- Tokoh pemuda Simalungun, Edis Galingging, meminta BNN Kabupaten Simalungun segera melakukan tes urine terhadap seluruh pekerja di lingkungan PT Bridgestone Sumatra Rubber Estate (BSRE). Permintaan itu disampaikan sebagai respons atas kekhawatiran maraknya dugaan peredaran narkoba di wilayah sekitar perkebunan.
“Kita minta BNN Simalungun di bawak pimpinan AKBP Suhana Sinaga, segera turun tangan melakukan tes urine. Mulai dari BHL, security, sampai ke jajaran pimpinan,” tegas Edis, Senin (4/5/2026).
Edis menegaskan, langkah tersebut penting dilakukan secara menyeluruh agar tidak ada celah dalam upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba di lingkungan kerja. Menurutnya, tes urine tidak boleh tebang pilih dan harus menyasar semua lini.
Baca Juga: TP PKK dan BNN Simalungun Teken Kesepakatan Cegah Narkoba
“Jangan hanya pekerja bawah saja. Semua harus diperiksa, termasuk pimpinan. Ini demi transparansi dan keadilan,” ujarnya.
Ia menilai, lingkungan kerja yang bersih dari narkoba menjadi kunci menjaga produktivitas dan keamanan perusahaan.
Jika tidak segera ditangani, lanjut Edis, hal ini berpotensi menimbulkan dampak serius, termasuk meningkatnya tindakan kriminal seperti pencurian getah.
“Kalau narkoba masuk ke lingkungan kerja, dampaknya sangat luas. Bisa merusak kinerja, bahkan memicu tindakan kriminal,” katanya.
Baca Juga: Lapas Narkotika Pematangsiantar Gelar Razia Gabungan Bersama TNI, Polri dan BNN Simalungun
Edis menilai, BNN memiliki peran strategis dalam melakukan deteksi dini melalui tes urine massal serta edukasi bahaya narkoba. Langkah ini dapat menjadi pintu masuk untuk membersihkan wilayah tersebut dari peredaran narkotika.
“BNN harus hadir. Ini bukan hanya penindakan, tapi juga pencegahan,” ucapnya.
Edis juga menegaskan bahwa penyalahgunaan narkotika merupakan pelanggaran serius yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Semua pihak harus mendukung upaya pemberantasan narkoba tanpa pengecualian.
Edis berharap langkah tes urine ini dapat segera direalisasikan dan dilakukan secara berkala.
“Kita ingin lingkungan kerja yang bersih dan sehat. Jangan ada yang kebal hukum. Semua harus diperiksa tanpa pandang jabatan,” pungkas Edis.(ros)
Editor : Metro-Esa