Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Setelah Tujuh Hari Pencarian, Korban Diterkam Buaya di Nias Utara Dinyatakan Hilang

Leo Sihotang • Selasa, 5 Mei 2026 | 10:17 WIB
Tim Rescue Kantor SAR Nias bersama Tim SAR gabungan menyisir area laut hingga muara perairan Ture Zoulihe Desa Muzoi, Kecamatan Lahewa, Kabupaten Nias Utara saat melakukan pencarian terhadap korban diterkam buaya.
Tim Rescue Kantor SAR Nias bersama Tim SAR gabungan menyisir area laut hingga muara perairan Ture Zoulihe Desa Muzoi, Kecamatan Lahewa, Kabupaten Nias Utara saat melakukan pencarian terhadap korban diterkam buaya.

 NIAS UTARA, METRODAILY– Operasi pencarian terhadap korban diterkam buaya di perairan Ture Zoulihe, Desa Muzoi, Kecamatan Lahewa, Kabupaten Nias Utara, resmi diusulkan ditutup setelah memasuki hari ketujuh, Senin (4/5/2026).

Korban diketahui bernama Otiaro Gea (50), warga setempat yang dilaporkan hilang sejak Senin malam (27/4/2026) sekitar pukul 22.00 WIB. Saat itu, korban bersama tiga rekannya sedang mencari ikan di perairan Ture Zoulihe. Nahas, di tengah aktivitas tersebut, korban tiba-tiba diterkam buaya dan hilang dari permukaan air.

Rekan korban sempat melakukan pencarian awal dengan bantuan warga sekitar, namun hasilnya nihil. Keesokan harinya, Selasa (28/4/2026) pukul 07.00 WIB, laporan resmi disampaikan oleh Dinas Kominfo Nias Utara kepada Kantor SAR Nias untuk permohonan bantuan pencarian.

Memasuki hari ketujuh operasi, Tim Rescue Kantor SAR Nias bersama Tim SAR gabungan kembali melakukan briefing, pengecekan alat utama (alut) dan peralatan SAR (palsar), sebelum menyisir area laut hingga muara yang diduga menjadi lokasi keberadaan korban maupun buaya.

Namun, setelah upaya maksimal dilakukan sejak hari pertama hingga hari ketujuh tanpa hasil, Tim SAR gabungan bersama keluarga korban dan masyarakat menggelar musyawarah. Dari hasil kesepakatan bersama, operasi pencarian resmi dihentikan dan korban dinyatakan hilang.

Kepala Kantor SAR Nias, Putu Arga Sudjarwadi, menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam operasi tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh tim SAR gabungan yang telah bekerja maksimal selama proses pencarian. Seluruh personel kami kembalikan ke satuan masing-masing,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan duka mendalam kepada keluarga korban. “Kami turut berbelasungkawa, semoga keluarga diberikan ketabahan dan keikhlasan menghadapi musibah ini,” tambahnya.

Meski operasi resmi ditutup, pihak SAR menyatakan siap membuka kembali operasi apabila di kemudian hari ditemukan tanda-tanda keberadaan korban yang memerlukan evakuasi.

Adapun unsur SAR yang terlibat dalam operasi ini meliputi Kantor SAR Nias, Pos AL Lahewa, Koramil Lahewa, Polsek Lahewa, BPBD Kabupaten Nias Utara, serta keluarga dan masyarakat setempat.

Sementara itu, peralatan yang digunakan antara lain rescue car double cabin, LCR dengan motor tempel 30 PK, peralatan SAR air dan medis, alat komunikasi, APD personal, serta kantong jenazah. (al)



Editor : Leo Sihotang
#Gunungsitoli