TAPTENG, METRODAILY – Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng), Masinton Pasaribu, mengapresiasi kontribusi Caritas Indonesia dalam membantu pemulihan pascabencana banjir dan longsor di wilayahnya.
Apresiasi tersebut disampaikan saat menerima kunjungan Caritas Indonesia di Ruang Rapat Cendrawasih Kantor Bupati Tapteng, Rabu (29/4/2026).
“Semenjak masa tanggap darurat hingga transisi ke pemulihan, perhatian Caritas Indonesia sangat membantu masyarakat,” ujar Masinton.
Baca Juga: May Day di KEK Sei Mangkei: Outsourcing dan Dugaan Calo Tenaga Kerja Disorot
Bupati menyebut, bantuan kemanusiaan yang diberikan mencakup berbagai sektor krusial, mulai dari layanan kesehatan, penyediaan air bersih, dukungan psikososial, hingga pemenuhan kebutuhan dasar bagi warga terdampak.
“Atas nama Pemkab Tapteng, kami mengucapkan terima kasih atas kepedulian dan kontribusi nyata dalam pemulihan bencana,” tambahnya.
Program Berlanjut hingga 2027
Direktur Eksekutif Caritas Indonesia, Fredy Rante Taruk, menegaskan pihaknya akan melanjutkan program kemanusiaan di Tapteng hingga Januari tahun depan.
Menurutnya, Caritas juga berkomitmen menjaga akuntabilitas terhadap seluruh bantuan yang dihimpun dari masyarakat, umat, maupun jaringan internasional.
Baca Juga: RSUD dr Djasamen Siantar Resmikan ESWL: Pengobatan Batu Ginjal Tanpa Operasi
“Kami akan memastikan seluruh program berjalan dengan menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia,” ujarnya.
Distribusi Bantuan dan Pembangunan Infrastruktur
Sementara itu, Direktur Caritas-PSE Keuskupan Sibolga, Walter Manurung, memaparkan sejumlah capaian program penanganan bencana.
Di antaranya:
- Distribusi 1.000 paket peralatan dapur
- 1.000 paket pangan untuk warga terdampak
- 500 paket shelter kit dan 500 paket hygiene kit
- Pembangunan 7 titik sumber air bersih dari target 20 titik
- Pembangunan 3 toilet komunal
- Layanan kesehatan untuk 140 warga
Baca Juga: Hardiknas 2026 di Siantar, Pejabat Disebar ke Sekolah-Sekolah
Selain itu, telah dibangun 19 unit hunian tetap (huntap) dari target 152 unit, serta program pemulihan mata pencaharian dan dukungan psikososial di sejumlah desa terdampak.
Solidaritas Kemanusiaan Lintas Agama
Pembina Caritas Indonesia, Aloysius Sudarso, menegaskan bantuan kemanusiaan dilakukan tanpa memandang latar belakang.
“Kita disatukan dalam kemanusiaan. Siapa pun yang terdampak bencana wajib kita bantu,” tegasnya.
Pemkab Tapteng menilai sinergi antara pemerintah, lembaga kemanusiaan, dan masyarakat menjadi kunci percepatan pemulihan pascabencana di daerah tersebut. (zatam)