Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

May Day di KEK Sei Mangkei: Outsourcing dan Dugaan Calo Tenaga Kerja Disorot

Editor Satu • Senin, 4 Mei 2026 | 10:10 WIB

 

Ketua Umum FTA-SBSI Ramlan Sinaga bersama Forkopimda Simalungun saat peringatan May Day dan HUT ke-34 FTA-SBSI di KEK Sei Mangkei.
Ketua Umum FTA-SBSI Ramlan Sinaga bersama Forkopimda Simalungun saat peringatan May Day dan HUT ke-34 FTA-SBSI di KEK Sei Mangkei.

SIMALUNGUN, METRODAILY – Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Kecamatan Bosar Maligas, Kabupaten Simalungun, diwarnai sorotan tajam terhadap persoalan ketenagakerjaan, khususnya praktik outsourcing dan dugaan percaloan tenaga kerja.

Isu tersebut disampaikan Ketua Umum Federasi Transportasi dan Angkutan Serikat Buruh Seluruh Indonesia (FTA-SBSI), Ramlan Sinaga, dalam rangkaian peringatan May Day yang sekaligus dirangkai dengan HUT ke-34 organisasi tersebut, Jumat (1/5/2026).

Ramlan menegaskan, May Day harus menjadi momentum memperkuat sinergi antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah guna menciptakan kesejahteraan yang berkeadilan.

Baca Juga: Hardiknas 2026 di Siantar, Pejabat Disebar ke Sekolah-Sekolah

Outsourcing Disorot, Hak Buruh Diminta Dipatuhi

Ramlan menyoroti dugaan pelanggaran hak buruh di sektor outsourcing yang dinilai masih terjadi di lingkungan KEK Sei Mangkei.

Ia menegaskan bahwa implementasi Undang-Undang Ketenagakerjaan harus dilakukan secara konsisten oleh seluruh perusahaan, termasuk kontraktor dan vendor yang beroperasi di kawasan industri tersebut.

“Hak-hak pekerja outsourcing sudah jelas diatur dan wajib dipatuhi,” tegasnya.

Selain itu, Ramlan juga menyinggung indikasi praktik percaloan tenaga kerja yang merugikan masyarakat.

Baca Juga: Buruh & Forkopimda Rayakan May Day 2026 di Siantar

Menurutnya, modus yang kerap terjadi adalah menjanjikan pekerjaan tetap di perusahaan, namun realisasinya hanya kontrak singkat tanpa kejelasan status kerja.

“Jangan ada lagi makelar tenaga kerja yang menjanjikan pekerjaan permanen, tetapi kenyataannya hanya satu atau dua bulan,” ujarnya.

Ia meminta pengawasan ketenagakerjaan oleh instansi terkait diperkuat serta mendorong sinergi lintas pemangku kepentingan untuk melindungi hak buruh.

Aksi dan Orasi di Pintu KEK

Usai kegiatan utama, kader FTA-SBSI melanjutkan aksi dengan menyampaikan orasi di pintu masuk KEK Sei Mangkei.

Baca Juga: SMA GKPS 1 Pematangraya Buka Boarding School 2026, 34 Siswa Lolos SNBP

Dalam aksi tersebut, mereka kembali menegaskan tuntutan peningkatan kesejahteraan buruh serta prioritas penyerapan tenaga kerja lokal di kawasan industri tersebut.

Peringatan May Day dan HUT ke-34 FTA-SBSI berlangsung tertib dan penuh solidaritas. Kegiatan turut dihadiri unsur Forkopimda Simalungun, termasuk Kapolres AKBP Marganda Aritonang dan Dandim 0207/Simalungun Letkol Inf Gede Agus Dian Pringgana.

Rangkaian acara juga diisi dengan pemotongan kue ulang tahun serta bakti sosial berupa santunan kepada anak yatim, dhuafa, dan lansia.

Baca Juga: 7 Jamaah RI Wafat, 39 Masih Dirawat di Arab Saudi—Ribuan Jalani Rawat Jalan

 

Batubara Siap Jadi Tuan Rumah 2027

Ketua DPC FTA-SBSI Batubara, Jumanto Simatupang, menyatakan kesiapan daerahnya menjadi tuan rumah peringatan May Day dan HUT FTA-SBSI tahun 2027.

“Jika tidak ada halangan, Batubara siap menjadi tuan rumah tahun depan,” ujarnya. (lib/smg)

Editor : Editor Satu
#May Day di KEK Sei Mangkei