SIANTAR, METRODAILY – Seorang aparatur sipil negara (ASN) berinisial HS (48) ditemukan tewas dalam kondisi membusuk di dalam rumahnya di Perumahan Asido 6, Jalan Medan, Kelurahan Sumber Jaya, Kecamatan Siantar Martoba, Kota Pematangsiantar, Selasa (28/4/2026) sekitar pukul 16.50 WIB.
Korban diketahui merupakan warga Jalan Manunggal Karya, Perumahan Bahail, Kelurahan Pematang Marihat, Kecamatan Siantar Marimbun, dan bertugas di salah satu kantor kelurahan di Kota Pematangsiantar.
Penemuan jasad HS berawal dari kecurigaan rekan kerjanya, MT (51), yang mendatangi rumah korban karena HS tidak masuk kerja selama dua hari tanpa keterangan. Setibanya di lokasi, MT mendapati rumah dalam keadaan tertutup rapat.
Baca Juga: Pria Ditemukan Tergeletak di Jalan Parapat, Sempat Bernapas lalu Meninggal
Ia sempat mengetuk pintu depan, namun tidak ada respons. Setelah berkoordinasi dengan tetangga korban, CCT, MT mencoba mengecek dari pintu belakang yang hanya berupa jerjak besi. Pintu tetap terkunci dari dalam.
Saat mendekat, MT mencium bau busuk menyengat. Ia kemudian mengintip dari celah jerjak dan melihat korban sudah terbaring menyamping di dapur, tepat di depan pintu kamar mandi.
Temuan itu langsung dilaporkan kepada keluarga korban. Tak lama, adik kandung korban, JS (33), tiba di lokasi, namun tidak dapat masuk karena seluruh pintu terkunci dari dalam.
Kapolsek Siantar Martoba, AKP Martua Manik, memimpin langsung pengecekan tempat kejadian perkara (TKP) bersama Tim Inafis, personel piket Pamapta Polres Pematangsiantar, serta BPBD. Petugas kemudian membuka pintu rumah dan memastikan korban telah meninggal dunia.
Baca Juga: Polres Simalungun Siap Amankan May Day 2026, Perkuat Deteksi Dini dan Sinergi
“Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” ujar AKP Martua Manik.
Jenazah selanjutnya dievakuasi ke RSUD dr Djasamen Saragih Pematangsiantar. Namun pihak keluarga menolak dilakukan autopsi dan membuat surat pernyataan resmi.
Menurut keterangan JS, korban selama ini tinggal seorang diri. Istri dan kedua anaknya sedang berada di kampung halaman di Kabupaten Batubara sejak sekitar dua bulan terakhir. Ia juga menyebut korban tidak memiliki riwayat penyakit serius.
Dengan adanya pernyataan keluarga dan tidak ditemukan indikasi kekerasan, jenazah HS kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dibawa ke rumah duka. (Rel)
Editor : Editor Satu