SIANTAR, METRODAILY – Pemerintah Kota Pematangsiantar terus memperkuat kesiapan menghadapi potensi bencana melalui Apel Kesiapsiagaan Bencana 2026 yang digelar di Lapangan Brimob Subden 2B, Jalan Ahmad Yani, Selasa (28/4) pagi.
Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi melalui Sekda Junaedi Antonius Sitanggang menyampaikan bahwa kota yang terus berkembang tidak terlepas dari risiko bencana, baik alam maupun non-alam.
“Diperlukan langkah strategis yang terencana, terpadu, dan berkelanjutan dalam mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat hingga pemulihan pascabencana,” ujarnya.
Ia menegaskan, apel tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk komitmen bersama dalam membangun budaya sadar bencana.
Dengan mengusung tema “Siap untuk Selamat” dan subtema “Bersatu dalam Siaga, Tangguh Menghadapi Bencana”, seluruh elemen diingatkan bahwa keselamatan merupakan hasil dari kesiapan yang dibangun secara kolektif.
Dalam kesempatan itu, Pemko menekankan bahwa penanggulangan bencana bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan sinergi semua pihak, mulai dari TNI, Polri, dunia usaha, akademisi, hingga masyarakat.
Sejumlah langkah strategis juga ditekankan, antara lain peningkatan kewaspadaan, penguatan koordinasi lintas sektor, peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan dan simulasi, serta optimalisasi peran Kelurahan Tangguh Bencana.
Selain itu, budaya sadar bencana sejak dini, termasuk di lingkungan pendidikan, juga menjadi fokus utama.
Wesly turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang selama ini berperan aktif dalam penanggulangan bencana di Kota Pematangsiantar.
“Dedikasi dan kerja keras semua pihak adalah bentuk nyata kepedulian terhadap keselamatan masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan, kesiapsiagaan merupakan investasi jangka panjang dalam meminimalisir dampak bencana.
“Kita mungkin tidak bisa mencegah bencana, tetapi bisa mengurangi dampaknya melalui kesiapan yang matang,” tegasnya.
Apel tersebut turut dihadiri Kepala BPBD Kota Pematangsiantar Dedi Idris Harahap, unsur Forkopimda, para camat dan lurah, serta perwakilan perguruan tinggi. (Esa)
Editor : Editor Satu