TAPSEL, METRODAILY - Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel), Gus Irawan Pasaribu menyaksikan langsung penandatanganan perjanjian kontrak pembangunan hunian tetap (huntap) tahap II pascabencana antara Yayasan Tzu Chi Indonesia dengan CV Reynand Utama di Desa Hapesong Baru, Kecamatan Batangtoru, Selasa (28/4/2026).
Dalam kegiatan acara tersebut turut dihadiri Kepala Balai BP3KP Sumatera Utara, Wahyu Adi Satriawan, Direktur CV Reynand Utama, Asisten III Sekretaris Daerah Tapsel, Kepala Dinas PUPR, Kalaksa BPBD serta Camat Batangtoru.
Penandatanganan perjanjian kontrak tersebut menandai dimulainya pembangunan huntap tahap II sebagai bagian dari percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Kabupaten Tapsel
Baca Juga: Pemko Sibolga–Tzu Chi Undi 28 Unit Huntap Tahap II, Pastikan Transparan
Kesepakatan kerja dilakukan antara Yayasan Tzu Chi Indonesia selaku pihak pemberi bantuan dengan CV Reynand Utama sebagai pelaksana pembangunan, serta disaksikan langsung oleh Bupati Tapsel.
Bupati Gus Irawan Pasaribu menyebut, pembangunan hunian tetap tahap I sebanyak 227 unit telah rampung, dan sebagian besar telah ditempati warga terdampak bencana.
"Bahkan, peresmian 120 unit sebelumnya turut dihadiri Menteri Dalam Negeri serta Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman bersama jajaran pemerintah pusat,"ungkapnya.
Baca Juga: 120 Huntap Diserahkan di Tapsel, Mendagri Sebut Tercepat di Indonesia
"Hari ini kita melanjutkan pembangunan tahap II sebanyak 227 unit lagi. Ini merupakan bentuk kolaborasi luar biasa antara pemerintah dan lembaga kemanusiaan. Saya berharap pembangunan dapat diselesaikan lebih cepat dari target kontrak empat bulan apabila kondisi cuaca mendukung,"
"Tantangan terbesar setelah hunian tersedia adalah mengembalikan masa depan masyarakat yang kehilangan mata pencaharian. Karena itu pemerintah menyiapkan berbagai program pemberdayaan ekonomi bagi warga penerima huntap, " ujar Gus Irawan.
Pemerintah Kabupaten Tapsel berencana memberikan bantuan kolam bioflok untuk budidaya ikan lele maupun nila kepada warga penerima huntap. Hasil produksi nantinya akan didukung pemasaran melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sebagai off-taker.
Baca Juga: Dua Menteri Turun ke Tapteng, Proyek Huntap Dikebut Sebanyak 118 Unit
Selain itu, masyarakat juga akan didorong melakukan pola tanam tumpang sari jagung di lahan sekitar permukiman dengan jaminan akses pasar yang difasilitasi pemerintah daerah.
Sementara, Ketua Yayasan Tzu Chi Sumatera Utara, Mujianto menyampaikan komitmen pihaknya untuk mempercepat pelaksanaan pembangunan tahap II.
"Ia berharap dukungan penuh pemerintah daerah, khususnya dalam penyediaan sarana pendukung, agar proses pembangunan berjalan lancar dan tepat waktu," harapnya.(Irs)
Editor : Metro-Esa