TAPTENG, METRODAILY – Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah menggelar verifikasi dan pengundian 118 unit hunian tetap (huntap) tahap I bagi korban bencana alam di wilayah Pinangsori, Senin (17/4/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Dinas Pendidikan Tapteng ini dilaksanakan secara terbuka dan transparan, serta disaksikan langsung oleh masyarakat penerima manfaat.
Program huntap tersebut merupakan bantuan dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman yang disalurkan melalui kerja sama dengan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia.
Baca Juga: Didemo Warga Korban Banjir, Lurah Padang Masiang Emosi hingga Dilarikan ke RS
Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, mengatakan pembangunan huntap menjadi bentuk komitmen pemerintah dalam membantu masyarakat terdampak bencana.
“Sejak awal Presiden menegaskan bahwa korban bencana harus segera dibantu dan tidak dibiarkan berlarut-larut,” ujarnya.
Ia menjelaskan, prioritas penerima huntap adalah warga yang rumahnya mengalami kerusakan, baik ringan, sedang, berat, hingga hilang akibat bencana.
Baca Juga: Hari Otda di Tapteng, Wabup Tekankan Kolaborasi dan Penguatan Kapasitas Daerah
Selain di Pinangsori, pemerintah daerah juga merencanakan pembangunan huntap di kawasan Rusunawa Pandan untuk memperluas jangkauan bantuan.
Masinton menambahkan, warga yang menempati huntap nantinya tidak hanya mendapatkan rumah, tetapi juga fasilitas pendukung seperti perabotan rumah tangga.
“Huntap ini lengkap dengan isi, mulai dari meja makan, sofa, rak televisi, hingga tempat tidur, dan semuanya diberikan secara gratis,” katanya.
Baca Juga: Karo–Palangkaraya Sepakat Kerja Sama Distribusi Komoditas Pertanian
Selain itu, Pemkab Tapteng juga akan memberikan pendampingan berupa pelatihan usaha serta fasilitasi lahan pertanian bagi warga untuk mendukung kemandirian ekonomi.
Pimpinan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia wilayah Sumatera Utara, Mujianto, menyampaikan bahwa pembangunan huntap ini ditujukan bagi korban banjir dan tanah longsor.
Ia menegaskan, rumah yang telah diberikan tidak boleh diperjualbelikan atau dipindahtangankan.
“Ini adalah rumah berkah, tidak boleh dialihkan. Kita harapkan menjadi tempat tinggal yang membawa harapan baru bagi para penerima,” ujarnya.
Baca Juga: Atasi Krisis Air, Tirtanadi Tambah Dua Sumber Mata Air di Berastagi
Pengundian ini diharapkan menjadi langkah awal bagi para korban untuk memulai kehidupan baru pascabencana dengan lebih layak dan aman. (Zatam)
Editor : Editor Satu