LABUHANBATU, METRODAILY – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Labuhanbatu mendata 25 desa di tiga kecamatan yang berpotensi menjadi lokasi pengembangan kawasan nelayan terpadu melalui program nasional Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).
Program KNMP merupakan inisiatif Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir melalui penataan kawasan, penyediaan infrastruktur, serta penguatan ekonomi nelayan.
Pendataan tersebut dilakukan dalam rapat koordinasi bersama kepala desa dan perangkat daerah terkait yang dipimpin Asisten III Setdakab Labuhanbatu, Zaid Harahap, di Ruang Rapat Bupati Labuhanbatu, Senin (27/4/2026).
Baca Juga: Polres Toba Ringkus Kurir Narkoba di Laguboti, Sabu hingga Ekstasi Disita di Bengkel
Rapat tersebut menjadi langkah awal penentuan desa prioritas yang akan diusulkan ke pemerintah pusat. Desa-desa yang terdata diketahui memiliki potensi sumber daya kelautan dan perikanan yang besar, serta didominasi masyarakat yang bekerja sebagai nelayan.
Zaid Harahap mengatakan, program ini tidak hanya berfokus pada pembangunan permukiman nelayan, tetapi juga penguatan sektor ekonomi pesisir.
“Program ini mencakup pembangunan infrastruktur, sarana pengolahan hasil laut, pemasaran, hingga peningkatan kapasitas SDM nelayan,” ujarnya.
Baca Juga: BPJS Ketenagakerjaan Cabang Kisaran Gandeng Muhammadiyah Lindungi Pekerja
Ia menambahkan, secara nasional pemerintah menargetkan pembangunan ratusan hingga ribuan Kampung Nelayan Merah Putih sebagai bagian dari penguatan ekonomi pesisir.
Sementara itu, Kepala Bappeda Labuhanbatu Nelson M. Bangun menyebutkan bahwa program ini diharapkan mampu mendorong desa pesisir menjadi pusat ekonomi baru berbasis kelautan.
“Jika disetujui, setiap kampung nelayan akan dilengkapi fasilitas yang lebih baik untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Usai pendataan, Pemkab Labuhanbatu akan menyusun proposal resmi untuk diajukan ke Kementerian Kelautan dan Perikanan RI. (Rel)
Editor : Editor Satu