Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Banjir Bandang Terjang Taput, Rumah Hanyut hingga Jembatan Putus

Editor Satu • Senin, 27 April 2026 | 11:20 WIB
Kondisi banjir bandang yang merendam permukiman warga diSimangunban, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, menyebabkan kerusakan rumah dan fasilitas umum.
Kondisi banjir bandang yang merendam permukiman warga diSimangunban, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, menyebabkan kerusakan rumah dan fasilitas umum.

TAPUT, METRODAILY – Banjir bandang menerjang wilayah Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Sumatera Utara, dan berdampak pada ratusan warga. Sedikitnya 200 kepala keluarga (KK) terdampak dalam bencana yang terjadi sejak Rabu (22/4/2026).

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari, mengatakan banjir bandang melanda Desa Simangumban Julu dan Desa Aek Nabara di Kecamatan Simangumban.

“Banjir bandang dipicu hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi,” ujar Abdul Muhari dalam keterangannya, Sabtu (25/4).

Baca Juga: HUT ke-155 Siantar Meriah, Ribuan Warga Padati Karnaval Budaya di Jalan Merdeka

Akibat kejadian tersebut, sebanyak 200 rumah warga terdampak dan satu orang dilaporkan mengalami luka-luka. Kerusakan material juga cukup signifikan, dengan tiga unit rumah hanyut terbawa arus.

Selain itu, satu unit jembatan dilaporkan putus, satu musholla terdampak, serta satu fasilitas pendidikan mengalami kerusakan.

Untuk sementara, warga yang terdampak mengungsi di Kantor Desa Aek Nabara yang dijadikan pos penampungan darurat.

Baca Juga: Polda Sumut Gerebek Kos di Siantar, 86 Paket Sabu Siap Edar Disita

Meski demikian, kondisi banjir dilaporkan mulai berangsur surut pada Jumat (24/4) sore dan situasi perlahan kembali normal.

Petugas gabungan dari BPBD, instansi terkait, serta masyarakat setempat telah melakukan pembersihan material lumpur yang menutup permukiman warga.

Di sisi lain, alat berat juga dikerahkan untuk membuka kembali akses Jalan Nasional Tarutung–Sipirok yang sempat tertutup material longsor akibat banjir.

Pemerintah daerah mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, mengingat curah hujan di wilayah tersebut masih cukup tinggi. (Net)

Editor : Editor Satu
#banjir bandang #banjir di taput