TAPTENG, METRODAILY – Aksi heroik seorang anak berujung tragis. DP (12), warga Jalan Muzahirin Gang Anugerah, Kelurahan Sibuluan Terpadu, Kabupaten Tapanuli Tengah, meninggal dunia setelah tenggelam di Sungai Aek Tolang, Jumat (22/4/2026).
Peristiwa memilukan itu terjadi saat korban bersama teman-temannya mandi di sungai sekitar pukul 16.00 WIB, tepatnya di bawah Jembatan Fransiskus, Kelurahan Aek Tolang.
Berdasarkan keterangan warga, salah satu teman korban sempat hanyut terbawa arus. Melihat kondisi tersebut, DP berusaha memberikan pertolongan. Namun nahas, korban justru ikut terseret arus deras dan tenggelam, sementara temannya berhasil menyelamatkan diri.
Baca Juga: Polda Sumut Gerebek Kos di Siantar, 86 Paket Sabu Siap Edar Disita
Kejadian itu tidak langsung dilaporkan. Teman-teman korban yang panik memilih pulang, hingga akhirnya orang tua DP menyadari anaknya tidak kunjung kembali dan melakukan pencarian.
Warga kemudian menginformasikan bahwa korban terakhir terlihat bermain di sekitar sungai. Dugaan korban tenggelam pun menguat setelah dilakukan penelusuran di lokasi.
Tim SAR Sibolga bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tapanuli Tengah langsung turun ke lokasi setelah menerima laporan sekitar pukul 20.19 WIB. Proses pencarian berlangsung dramatis hingga malam hari.
Komandan Pos SAR Sibolga, Dermawan Sinaga, mengatakan pencarian terkendala kondisi sungai yang keruh akibat hujan serta minimnya pencahayaan.
Baca Juga: Tragis! Bocah 5,5 Tahun Tenggelam di Sungai Parbebsi, Ditemukan Tak Bernyawa
“Tim melakukan penyisiran dari hulu ke hilir menggunakan perahu karet. Sejumlah personel juga melakukan penyelaman di titik yang dicurigai,” ujarnya.
Pencarian akhirnya membuahkan hasil. Korban ditemukan sekitar pukul 22.22 WIB dalam kondisi meninggal dunia, tersangkut di akar pohon tumbang di sekitar aliran sungai.
Selanjutnya, jenazah korban dievakuasi ke RSUD Pandan untuk keperluan visum sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
Baca Juga: Terobosan Keuangan Sumut Diakui, Bobby Nasution Raih Penghargaan Creative Financing
Dalam operasi tersebut, sebanyak enam personel SAR, 10 anggota BPBD, serta unsur TNI-Polri dan masyarakat turut terlibat.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak, khususnya di area berisiko seperti sungai dengan arus deras. (Net)
Editor : Editor Satu