
SIANTAR, METRODAILY – Puncak Perayaan Paskah Katolik Kota Pematangsiantar Tahun 2026 berlangsung meriah dan sarat makna.
Dalam momentum tersebut, Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi menerima lukisan The Last Supper (Perjamuan Terakhir) Yesus Kristus dan tanaman bunga anggrek.
Penyerahan dilakukan Ketua Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Daerah (LP3KD) Kota Pematangsiantar, Ir Daud Simanjuntak MM, bersama Vikaris Episkopal (Vikep) Kevikepan St Paulus Rasul Pematangsiantar Keuskupan Agung Medan, Pastor Ambrosius Nainggolan OFMCap, di Komplek SD RK Cinta Rakyat 2, Jalan Sibolga, Kecamatan Siantar Selatan, Minggu (19/4).
Baca Juga: Bermain Hujan, Pelajar 14 Tahun Tewas Disambar Petir di Tapsel
Namun, Wesly diwakili Sekretaris Daerah Junaedi Antonius Sitanggang dalam menerima cinderamata tersebut.
Acara yang dihadiri sekitar 2.500 jemaat ini juga diwarnai penyerahan hadiah lucky draw kepada undangan serta pemberian bingkisan simbolis kepada anak-anak berkebutuhan khusus.
Turut hadir Kapolres Pematangsiantar AKBP Sah Udur Togi Marito Sitinjak, jajaran paroki, suster, frater, dan bruder.
Selain seremoni, perayaan turut dimeriahkan berbagai penampilan seni, mulai dari tarian tradisional Simalungun, tari modern kontemporer, hingga paduan suara dan penampilan para suster.
Baca Juga: Tokoh Tabagsel Kembali Desak Pemekaran Provinsi Baru Sumteng
Dalam sambutannya, Wesly melalui Junaedi menyampaikan ucapan Selamat Paskah kepada seluruh umat Katolik di Kota Pematangsiantar.
“Kiranya Paskah tahun ini membawa damai sejahtera dan kasih bagi kita semua. Terima kasih atas kontribusi umat Katolik dalam berbagai kegiatan, termasuk rangkaian acara bernuansa ekologi,” ujar Junaedi.
Ia menekankan pentingnya peran umat Katolik sebagai pembawa nilai kasih dalam kehidupan sosial, termasuk kepedulian terhadap kelompok rentan.
“Kegiatan ini bukan sekadar seremoni. Kita telah menyaksikan langsung wujud kasih kepada anak-anak disabilitas. Itu menjadi bagian dari panggilan iman,” katanya.
Baca Juga: Tokoh Tabagsel Kembali Desak Pemekaran Provinsi Baru Sumteng
Junaedi juga mengingatkan bahwa setiap amanah yang diberikan Tuhan akan dimintai pertanggungjawaban.
“Yakinlah, setiap kebaikan akan diperhitungkan sebagai bagian dari kehidupan kekal,” tegasnya.
Sementara itu, Pastor Ambrosius Nainggolan menyebut Paskah sebagai momentum memperkuat kebersamaan lintas elemen umat.
“Kita berjalan bersama, bukan untuk kepentingan pribadi, tetapi demi kebersamaan dan keberagaman. Paskah adalah pesta iman yang luar biasa,” ujarnya.
Baca Juga: Kasus Smart Village Madina Disorot, Jaksa Didesak Kejar Aktor Intelektual
Ia juga mengapresiasi dukungan seluruh pihak, termasuk pemerintah daerah, sehingga perayaan dapat berlangsung dengan baik.
Ketua LP3KD Kota Pematangsiantar, Daud Simanjuntak, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang berkontribusi, termasuk Pemko dan DPRD.
Menurutnya, dukungan tersebut menjadi bentuk pengakuan terhadap keberadaan umat Katolik dalam kehidupan berbangsa.
“Kita bersama mendorong terciptanya bonum commune atau kebaikan bersama di Kota Pematangsiantar,” katanya.
Baca Juga: Prapid Kasus Pencurian Sawit Disidangkan, Status Tersangka Dipertanyakan
Senada, Ketua Panitia Sardianto Turnip menyebut perayaan tahun ini menjadi yang pertama digelar dengan dukungan APBD Kota Pematangsiantar.
“Ini menjadi kebanggaan sekaligus wujud sinergi antara gereja, pemerintah, dan umat dalam merayakan Paskah sebagai puncak iman Katolik,” ujarnya. (esa)