TANJUNGBALAI, METRODAILY – Satuan Samapta Polres Tanjungbalai mengintensifkan pengamanan wilayah dengan menggelar Patroli Perintis Presisi dan Patroli Reaksi Cepat (PRC) pada Minggu malam (19/4/2026). Langkah ini dilakukan untuk memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif.
Kegiatan patroli yang dimulai sejak pukul 20.00 WIB tersebut merupakan implementasi program “5 Prioritas Kita” yang dicanangkan Polda Sumatera Utara.
Kapolres Tanjungbalai AKBP Welman Feri melalui Kasat Samapta AKP Marihot P. Panggabean menjelaskan, patroli difokuskan untuk mencegah berbagai bentuk kejahatan jalanan yang meresahkan masyarakat.
Baca Juga: Tragedi Lansia di Siantar, Ditinggal Sakit Sendiri di Rumah: Ditemukan Tewas Membusuk
“Patroli ini bertujuan memberikan rasa aman di ruang publik sekaligus mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan seperti curas, curat, curanmor, begal, geng motor, balap liar hingga tawuran,” ujar Marihot.
Menurutnya, kehadiran personel secara rutin di lapangan diharapkan mampu menekan niat dan kesempatan bagi pelaku kejahatan.
Tim patroli menyisir sejumlah titik strategis di wilayah hukum Polres Tanjungbalai. Tidak hanya berkeliling, petugas juga melakukan dialog langsung dengan masyarakat dan petugas keamanan setempat.
Baca Juga: Pengedar Sabu 2,25 Gram Ditangkap di Depan Rumah Makan
Adapun sasaran patroli meliputi kawasan perkantoran dan objek vital, area pelabuhan, gerai ritel, permukiman warga, hingga pos keamanan lingkungan (siskamling) dan Pos Shelter Batu Tujuh.
Selain pemantauan, petugas turut memberikan imbauan kepada warga dan petugas keamanan agar tetap waspada serta segera melapor jika menemukan aktivitas mencurigakan.
Hingga patroli berakhir, situasi kamtibmas di wilayah Tanjungbalai dilaporkan aman, tertib, dan terkendali. Tidak ditemukan aksi geng motor maupun gangguan keamanan menonjol lainnya.
Baca Juga: Patroli Malam di Siantar, 6 Motor Knalpot Brong Terjaring
Kehadiran aparat kepolisian pada malam hari juga mendapat respons positif dari masyarakat, khususnya di kawasan yang selama ini dinilai rawan. (Rel/gia)
Editor : Editor Satu