Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Ricuh Usai Pelantikan KA KAMMI Sumut, Pemprov: Bukan Urusan Pemerintahan

Editor Satu • Senin, 20 April 2026 | 16:46 WIB
Kasatpol PP Sumut Moettaqien Hasrimi memberikan keterangan terkait kericuhan usai pelantikan KA KAMMI di Kantor Gubernur Sumut. (Diskominfo Sumut)
Kasatpol PP Sumut Moettaqien Hasrimi memberikan keterangan terkait kericuhan usai pelantikan KA KAMMI di Kantor Gubernur Sumut. (Diskominfo Sumut)

MEDAN, METRODAILY – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menegaskan bahwa kericuhan yang terjadi usai pelantikan Pengurus Keluarga Alumni Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KA KAMMI) Sumut merupakan dinamika internal organisasi, bukan terkait urusan pemerintahan.

Insiden tersebut terjadi di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Minggu (19/4/2026), setelah rangkaian acara pelantikan berakhir.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Sumut, Moettaqien Hasrimi, mengatakan pihaknya tidak mengetahui secara pasti pemicu kericuhan karena peristiwa terjadi setelah pejabat pemerintah meninggalkan lokasi.

Baca Juga: Resmi Ditutup! Medan Selayang Sabet Juara Umum MTQ ke-59 Kota Medan 2026

“Konteksnya kami tidak tahu menahu, ini internalnya KAMMI mungkin. Kericuhan terjadi setelah Bapak Wakil Gubernur selesai acara dan kami lepas (pulang), kemudian terdengar keributan,” ujar Moettaqien, Senin (20/4/2026).

Mendengar adanya keributan, personel Satpol PP bersama aparat kepolisian langsung bergerak cepat untuk mengendalikan situasi. Upaya pengamanan dilakukan hingga kondisi kembali kondusif.

“Satpol PP di lokasi yang bertanggung jawab untuk keamanan sigap bersama teman-teman dari Polres langsung melerai kerusuhan,” katanya.

Baca Juga: Gubsu Bobby Tepung Tawari Calon Jemaah Haji, Ingatkan Jaga Nama Baik Sumut

Akibat insiden tersebut, satu anggota Satpol PP bernama Rahmat Daulay dilaporkan mengalami luka akibat pukulan dan telah menjalani visum di rumah sakit. Sementara itu, sejumlah pihak yang terlibat kericuhan telah diamankan oleh kepolisian untuk proses lebih lanjut.

Moettaqien berharap kejadian serupa tidak terulang dan meminta pihak penyelenggara dapat melakukan konsolidasi internal lebih baik sebelum kegiatan berlangsung.

“Kami berharap ini tidak terjadi lagi. Kami harap teman-teman KAMMI bisa mengkonsolidasikan rekan-rekan sebelum acara,” ujarnya.

Baca Juga: Diskon 50% BPJS Ketenagakerjaan di Binjai, Ahli Waris Terima Santunan Rp42 Juta

Sementara itu, pengamat pemerintahan dari Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Aminuddin, menyayangkan terjadinya kericuhan tersebut. Ia menilai peristiwa ini menjadi bahan evaluasi bagi Pemerintah Provinsi Sumut, khususnya dalam pemanfaatan Aula Raja Inal Siregar.

“Peristiwa ini sangat disayangkan. Ini menjadi pelajaran bagi kita bersama, terutama Pemprov Sumut,” kata Aminuddin.

Ia juga menyarankan agar ke depan penggunaan aula tersebut lebih diprioritaskan untuk kegiatan pemerintahan guna meminimalisir potensi gangguan keamanan.

Baca Juga: Studi Ilmiah Bongkar Fakta Mengejutkan: Stres & Kurang Vitamin Picu Uban Dini

“Pemprov Sumut dapat mempertimbangkan agar Aula Raja Inal Siregar digunakan untuk kegiatan pemerintahan saja, mengingat lokasinya berada di kompleks kantor gubernur,” ujarnya.

Sebelumnya, kericuhan terjadi usai pelantikan Pengurus KA KAMMI Sumut. Insiden berlangsung setelah Wakil Gubernur Sumatera Utara, Surya, meninggalkan lokasi acara. (Rel)

Editor : Editor Satu
#pelantikan kammi sumut ricuh #pemprov sumut