MADINA, METRODAILY – Ruas jalan provinsi penghubung Jembatan Merah, Kecamatan Panyabungan Selatan menuju Muarasoma terancam putus total setelah tergerus luapan air Sungai Aek Hatupangan, Sabtu (18/4/2026).
Air yang meluap memasuki badan jalan di sejumlah titik rawan, khususnya di jalur Sopotinjak hingga Bulusona. Kondisi ini menyebabkan arus lalu lintas lumpuh, terutama bagi kendaraan roda empat.
Pantauan di lokasi sekitar pukul 12.30 WIB, ketinggian air cukup tinggi dan arus deras mengikis badan jalan hingga nyaris amblas.
Baca Juga: Petani Residivis Diciduk di Sungai Kanan, Simpan 2,42 Gram Sabu dalam Dompet
Seorang warga, Ar. Loebis, menyebut kondisi sangat memprihatinkan. Bahkan kendaraan roda dua harus diangkat secara gotong royong agar dapat melintas.
“Kami melintas saat hujan deras. Motor harus digotong karena jalan sudah mulai terkikis air, terutama di titik Saba Bolak,” ujarnya.
Keluhan serupa disampaikan sopir truk, Yudi Siregar, yang mendesak pemerintah segera turun tangan sebelum kerusakan semakin parah.
“Kalau tidak segera ditangani, jalan ini bisa putus total. Dampaknya akan jauh lebih besar,” tegasnya.
Baca Juga: TNI Rampungkan Jembatan Garuda di Labusel, Akses Warga Kembali Lancar
Hingga pukul 13.00 WIB, beberapa titik dilaporkan dalam kondisi kritis dengan badan jalan yang terus tergerus arus.
Kepala Desa Sopotinjak, Anhar Nasution, mengungkapkan kondisi tersebut bukan pertama kali terjadi.
“Setiap hujan deras, kawasan Saba Bolak selalu menjadi aliran air. Jalan langsung dilimpasi sungai,” katanya.
Sementara itu, Kasat Lantas Polres Mandailing Natal, Sumardi, menyatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan instansi terkait.
Baca Juga: Terjang Sipoholon, 9 Rumah Warga Rusak
“Kami sudah menyurati Dinas PU Provinsi. Saat ini kami menunggu tindak lanjut penanganan,” ujarnya.
Kondisi ini menambah daftar infrastruktur kritis di wilayah Mandailing Natal yang membutuhkan penanganan cepat, terutama untuk mencegah terputusnya akses transportasi vital antarwilayah. (net)