ASAHAN, METRODAILY – Tim Penggerak (TP) PKK Sumatera Utara menghadirkan layanan kesehatan gratis bagi masyarakat Kabupaten Asahan sebagai bagian dari peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 dan Hari Jadi Provinsi Sumut ke-78.
Kegiatan yang digelar di Rumah Dinas Bupati Asahan, Selasa (14/4/2026), tidak hanya berfokus pada layanan medis langsung, tetapi juga memperkuat sistem pelayanan kesehatan dasar melalui dukungan sarana Posyandu.
Berbagai layanan kesehatan diberikan secara cuma-cuma kepada masyarakat, mulai dari pemeriksaan kesehatan umum, pemeriksaan EKG, donor darah, hingga skrining kesehatan untuk berbagai kelompok usia.
Baca Juga: 29 Ribu Warga Terancam Terdampak, Gubsu Bobby Desak Kajian Ulang Pencabutan Izin Hutan di Sumut
Layanan ini menyasar:
- usia produktif
- lansia
- anak-anak
- balita
Selain itu, warga juga mendapat pemeriksaan gigi dan mulut sebagai bagian dari edukasi pencegahan penyakit sejak dini.
Ketua TP PKK Sumut, Kahiyang Ayu, menegaskan kegiatan ini dirancang agar masyarakat bisa mengakses layanan kesehatan tanpa hambatan.
Menurutnya, peran PKK harus lebih dari sekadar kegiatan seremonial.
Baca Juga: Ratusan Supplier Demo di Taput, Tuntut Dana MBG Segera Dicairkan
“PKK berkomitmen hadir di tengah masyarakat melalui program yang memberi manfaat nyata, khususnya di bidang kesehatan,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan ini mendorong masyarakat lebih sadar pentingnya pemeriksaan rutin dan deteksi dini kondisi kesehatan.
Pada kesempatan yang sama, TP PKK Sumut juga menyerahkan bantuan kepada TP PKK Kabupaten Asahan berupa sarana dan prasarana Posyandu serta rompi bagi kader.
Bantuan ini ditujukan untuk memperkuat kapasitas layanan kesehatan tingkat dasar agar kader Posyandu dapat bekerja lebih optimal.
Baca Juga: 5 Bulan Data Belum Rampung, Ombudsman Sumut Soroti Penanganan Pascabencana Tapteng
Fokus pada Layanan yang Langsung Dirasakan
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk sinergi TP PKK Sumut dalam menghadirkan program berbasis kebutuhan masyarakat di daerah.
Pendekatan yang diambil tidak hanya bersifat simbolik, tetapi diarahkan pada peningkatan kualitas layanan kesehatan yang bisa dirasakan langsung oleh warga. (rel)