KARO, METRODAILY – Dinas Pendidikan Kabupaten Karo menyiapkan skema penganggaran honor bagi guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu (PW) yang telah bersertifikasi melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Karo.
Kepala Dinas Pendidikan Karo, Leonard Bastian Girsang, mengatakan pihaknya saat ini juga tengah menyurati Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk meminta persetujuan terkait penganggaran honor tersebut.
“Dinas Pendidikan sedang menyusun surat untuk dikirim ke Kemendikdasmen sesuai dengan SE Mendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026. Pencairan honor dapat dilakukan setelah adanya persetujuan,” ujarnya, Kamis (9/4/2026).
Baca Juga: Kepala SD di Labusel Ditemukan Tewas Tergantung di Rumah Kontrakan
Kebijakan ini menyusul tidak lagi diberikannya honor melalui dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) sejak awal 2026 bagi guru PPPK paruh waktu yang telah menerima sertifikasi atau Tunjangan Profesi Guru (TPG).
Sebelumnya, para guru PPPK PW mengeluhkan kondisi tersebut. Mereka menyatakan sejak masih berstatus honorer, honor tambahan masih dapat diperoleh dari dana BOSP sekolah, namun kini tidak lagi diterima.
Salah seorang guru PPPK PW, ML (35), menyampaikan harapan agar pemerintah daerah dapat memberikan solusi atas kondisi tersebut.
“Harapan kami, honor tetap bisa diberikan seperti sebelumnya karena beban kerja kami hampir sama dengan guru penuh waktu. Honor itu sangat membantu, terutama untuk transportasi dan kebutuhan mengajar,” ujarnya.
Baca Juga: Musrenbang 2027 Digelar, Bupati Tapteng Fokus Pemulihan Pascabencana
Ia juga menyoroti bahwa guru PPPK paruh waktu tidak memperoleh sejumlah fasilitas seperti tunjangan transportasi, THR, maupun gaji ke-13 sebagaimana PPPK penuh waktu atau PNS.
Menanggapi hal itu, Leonard menyebutkan Pemkab Karo telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp300.000 per bulan melalui APBD Karo untuk membantu honor guru PPPK PW bersertifikasi.
Namun demikian, ia menegaskan realisasi kebijakan tersebut masih dalam tahap proses dan memerlukan analisis lebih lanjut agar tidak bertentangan dengan regulasi yang berlaku.
Baca Juga: Pria Ditemukan Tewas di Tepi Sungai Toba, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan
“Semua masih dalam tahapan proses karena perlu analisis. Kami minta bersabar, dan akan diupayakan secepatnya terealisasi tanpa melanggar aturan,” katanya.
Ia menegaskan, Dinas Pendidikan Karo berkomitmen mencari solusi terbaik demi mendukung kesejahteraan guru sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan di daerah. (Rel/pmg)
Editor : Editor Satu