Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

“Tolong Kami Pak Bupati Masinton!” Warga Tapteng Keluhkan Jadup Tak Kunjung Tiba

Editor Satu • Selasa, 14 April 2026 | 11:50 WIB
Warga Sibulan Indah, Tapanuli Tengah, menyampaikan keluhan terkait belum tuntasnya pendataan dan penyaluran bantuan jaminan hidup pascabanjir bandang.
Warga Sibulan Indah, Tapanuli Tengah, menyampaikan keluhan terkait belum tuntasnya pendataan dan penyaluran bantuan jaminan hidup pascabanjir bandang.

TAPTENG, METRODAILY – Warga korban banjir bandang di Kabupaten Tapanuli Tengah mengeluhkan lambannya pendataan dan penyaluran bantuan jaminan hidup (jadup) yang hingga kini belum tuntas.

Lima bulan pascabencana 25 November 2025, sejumlah warga di Kelurahan Sibulan Indah mengaku belum menerima bantuan, meski kondisi ekonomi mereka masih terpuruk.

Salah satu warga, Rusda Sitompul (67), mengaku kehidupannya semakin sulit sejak bencana.

Ia meminta perhatian langsung dari pemerintah, termasuk Masinton Pasaribu.

Baca Juga: BMKG Peringatkan Gelombang 2,5 Meter di Barat Nias, Nelayan Diminta Waspada

“Kami minta tolong dengan sangat, Pak Bupati Masinton, dipercepat bantuannya. Kami sudah lama menunggu,” ujarnya, Senin (13/4/2026).

Rusda juga menyebut nama Prabowo Subianto dan Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution agar memperhatikan kondisi warga terdampak.

Mengungsi Tanpa Bantuan Memadai

Rusda mengaku masih mengingat sulitnya kondisi saat bencana terjadi.

“Empat hari empat malam kami mengungsi di masjid, bahkan makanan pun tidak datang,” katanya.

Baca Juga: Mahasiswa Tenggelam di Situmurun, Pencarian Terus Dilanjutkan

Keluhan serupa disampaikan Rosmayanti Pasaribu (51) yang mengaku kesulitan mendapatkan kepastian bantuan.

“Kami sudah bolak-balik mengurus, tapi tidak ada hasil. Kami tidak tahu harus mengadu ke mana lagi,” ujarnya.

Warga Tidak Terdata Penerima Jadup

Warga lainnya, Suarman Panjaitan (52), mengungkapkan bahwa banyak warga terdampak tidak terdaftar sebagai penerima bantuan.

“Yang namanya bantuan jadup sampai sekarang kami tidak terdaftar. Data kami tidak masuk semua,” katanya.

Baca Juga: Fondasi Gereja GKPI Pandan Tergerus Banjir, Jemaat Minta Bantuan Pemerintah

Ia menyebut hanya sebagian warga yang tercatat di Dinas Sosial dan BPBD, sehingga terjadi ketimpangan penerima bantuan.

Minta Pemerintah Perbaiki Data

Warga berharap pemerintah segera memperbaiki pendataan agar seluruh korban terdampak bisa mendapatkan haknya.

Mereka juga meminta agar tidak terjadi tumpang tindih data yang menyebabkan bantuan tidak merata.

Seorang warga lanjut usia, Masdelina Gultom (68), bahkan memohon agar pemerintah membuka hati melihat kondisi mereka.

Baca Juga: Sidak Dinkes, Wali Kota Sibolga Tegas: ASN Tak Disiplin Siap Disanksi

“Bukakanlah pintu hati Bapak Bupati agar kami bisa dibantu. Kami sangat membutuhkan,” ujarnya dengan suara parau.

Warga berharap pemerintah daerah hingga pusat segera mengambil langkah konkret agar bantuan jadup dapat segera disalurkan secara adil dan merata. (Net)

Editor : Editor Satu
#Bantuan Jadup #bupati tapteng #Korban Banjir Tapteng dan Sibolga