MEDAN, METRODAILY – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang tinggi di perairan Samudra Hindia barat Kepulauan Nias, Sumatera Utara.
Gelombang laut diperkirakan mencapai ketinggian hingga 2,5 meter pada periode 12 hingga 15 April 2026.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Belawan Rizky Ramadhan mengatakan, kondisi ini berpotensi mengganggu aktivitas pelayaran, terutama bagi nelayan.
“Kondisi ini perlu diwaspadai karena dapat mengganggu pelayaran, khususnya kapal kecil,” ujarnya, Senin (13/4/2026).
Baca Juga: Mahasiswa Tenggelam di Situmurun, Pencarian Terus Dilanjutkan
BMKG mengingatkan:
- Nelayan kapal kecil waspada saat angin ≥13 knot dan gelombang ≥1,25 meter
- Kapal tongkang waspada saat angin ≥16 knot dan gelombang ≥1,5 meter
Pola Angin Picu Gelombang Tinggi
BMKG menjelaskan, pola angin di Indonesia turut memengaruhi tinggi gelombang.
- Wilayah utara: angin dari barat laut–timur laut (5–31 knot)
- Wilayah selatan: angin dari tenggara–barat daya (3–16 knot)
Kondisi ini berkontribusi terhadap peningkatan tinggi gelombang di perairan barat Sumatera.
Baca Juga: Fondasi Gereja GKPI Pandan Tergerus Banjir, Jemaat Minta Bantuan Pemerintah
Sementara itu, prakirawan BBMKG Wilayah I Fauziah Fitri Damanik menyebutkan cuaca di Sumatera Utara didominasi kondisi berawan dan hujan ringan hingga sedang.
Potensi hujan terjadi di sejumlah wilayah, antara lain:
- Nias Barat dan sekitarnya (pagi)
- Hampir seluruh wilayah Sumut (siang–sore)
- Labuhanbatu Selatan, Padang Lawas Utara, Tapanuli Selatan (intensitas sedang)
Pada dini hari, hujan ringan berpotensi terjadi di wilayah Kepulauan Nias, Mandailing Natal, hingga Tapanuli Tengah.
Baca Juga: Sidak Dinkes, Wali Kota Sibolga Tegas: ASN Tak Disiplin Siap Disanksi
Masyarakat Diminta Tetap Waspada
BMKG mengimbau masyarakat, khususnya nelayan dan pengguna transportasi laut, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem.
Selain itu, masyarakat di wilayah pegunungan dan lereng Sumatera Utara juga diminta waspada terhadap potensi hujan sedang yang dapat memicu bencana hidrometeorologi. (Net)
Editor : Editor Satu