TOBA, METRODAILY – Pencarian terhadap Cristoper Rustam Muda Dua (21), mahasiswa Fakultas Filsafat UNIKA Santo Thomas Medan, yang tenggelam di kawasan Air Terjun Situmurun, Kabupaten Toba, masih terus berlangsung.
Hingga Minggu (12/4/2026) malam pukul 23.17 WIB, korban belum ditemukan setelah dilaporkan hilang sejak Sabtu (11/4/2026) sekitar pukul 13.00 WIB.
Memasuki hari ketiga, tim SAR gabungan dijadwalkan kembali melanjutkan operasi pencarian pada Senin (13/4/2026).
Baca Juga: Fondasi Gereja GKPI Pandan Tergerus Banjir, Jemaat Minta Bantuan Pemerintah
Kepala BPBD Kabupaten Toba Sikkat Sitompul mengatakan, pencarian terus dioptimalkan meski hingga hari kedua hasilnya masih nihil.
“Korban belum ditemukan hari ini. Besok pencarian akan kembali dilanjutkan,” ujarnya.
Penyelam Dikerahkan, Fokus di Titik Dugaan
Tim gabungan yang terdiri dari Basarnas dan instansi terkait telah menurunkan personel, termasuk dua penyelam, untuk menyisir lokasi.
Pencarian difokuskan pada titik-titik yang diduga menjadi lokasi korban tenggelam di perairan Danau Toba, tepatnya di sekitar Air Terjun Situmurun.
Baca Juga: Sidak Dinkes, Wali Kota Sibolga Tegas: ASN Tak Disiplin Siap Disanksi
Peristiwa nahas ini bermula saat sekitar 60 mahasiswa semester 2 Fakultas Filsafat UNIKA Medan melakukan kegiatan rekreasi ke Air Terjun Situmurun.
Rombongan berangkat dari Silima Lombu menggunakan kapal penumpang KM Sibole-Bole 01, didampingi pembimbing mereka, R D Ngadiono.
Setibanya di lokasi, sejumlah mahasiswa berenang di sekitar air terjun yang langsung bermuara ke Danau Toba.
Namun, situasi berubah ketika korban diduga terseret arus dan tenggelam.
Baca Juga: Pemkab Tapteng Susun RKPD 2027, Fokus Pemulihan Pascabencana
Upaya Penyelamatan Sempat Dilakukan
Rekan-rekan korban sempat berupaya melakukan pertolongan dengan:
- Berenang mendekati korban
- Menggunakan pelampung
- Memanfaatkan jaring apung
Namun upaya tersebut belum berhasil menyelamatkan korban.
Tim SAR gabungan terus menyisir area perairan dengan harapan korban segera ditemukan.
“Kami berharap korban bisa ditemukan secepatnya. Pencarian akan terus kami optimalkan,” kata Sikkat.
Baca Juga: Mendagri Minta Daerah Sumut Hibah ke Aceh, Simalungun Rp30 M dan Siantar Rp25 M
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan saat beraktivitas di kawasan wisata alam, terutama di perairan dengan arus yang sulit diprediksi. (Net)
Editor : Editor Satu