TAPTENG, METRODAILY – Dampak banjir bandang yang melanda Kabupaten Tapanuli Tengah pada 25 November 2025 masih menyisakan persoalan serius. Fondasi Gereja GKPI Pandan Resort Pasar Tukka dilaporkan mengalami erosi parah dan kini terancam merusak bangunan gereja yang sedang dalam proses pembangunan.
Fondasi yang sebelumnya kokoh kini telah tergerus dan jaraknya tinggal beberapa meter dari bangunan gereja baru.
Pendeta gereja, Erik Sunando Sirait, mengaku tidak menyangka banjir bandang tersebut akan berdampak besar terhadap pembangunan gereja.
Baca Juga: Sidak Dinkes, Wali Kota Sibolga Tegas: ASN Tak Disiplin Siap Disanksi
“Kami tidak pernah menyangka banjir separah itu sampai merusak fondasi dan tembok gereja, padahal pembangunan gedung baru masih berlangsung,” ujarnya, Minggu (12/4/2026).
Ia didampingi Guru Jemaat G Rajagukguk.
Sudah Dilaporkan, Belum Ada Penanganan
Menurut pihak gereja, kondisi ini telah dilaporkan ke Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Namun hingga lima bulan berlalu, belum ada penanganan konkret.
Baca Juga: Pemkab Tapteng Susun RKPD 2027, Fokus Pemulihan Pascabencana
Sementara itu, kondisi fondasi terus memburuk akibat intensitas hujan yang masih tinggi.
Upaya darurat telah dilakukan dengan pemasangan cerocok bambu. Namun, langkah tersebut dinilai belum cukup untuk menahan laju erosi.
Jemaat menilai dibutuhkan penanganan permanen seperti:
- Pemasangan bronjong
- Pembangunan tanggul penahan
Harap Perhatian Pemerintah
Jemaat berharap adanya perhatian serius dari pemerintah daerah hingga pusat, mengingat kerusakan ini akibat bencana alam.
Baca Juga: Mendagri Minta Daerah Sumut Hibah ke Aceh, Simalungun Rp30 M dan Siantar Rp25 M
Selain itu, kondisi keuangan jemaat telah terkuras untuk pembangunan gereja, sehingga tidak mampu menanggung biaya perbaikan tambahan.
“Kami memohon perhatian Pemkab Tapteng, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, hingga pemerintah pusat agar membantu penanganan kondisi ini,” ungkapnya.
Jika tidak segera ditangani, erosi fondasi dikhawatirkan akan mengancam keselamatan bangunan gereja yang tengah dibangun.
Jemaat berharap ada langkah cepat sebelum kerusakan semakin parah. (Net)
Editor : Editor Satu