SAMOSIR, METRODAILY – Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan memastikan kondisi permukaan air di Danau Toba yang belakangan terlihat surut masih berada dalam batas normal.
Kepala BBMKG Wilayah I Medan, Hendro Nugroho, mengatakan penurunan permukaan air tersebut belum tergolong signifikan dan masih dalam kondisi yang wajar.
“Surutnya belum signifikan, masih dalam batas normal,” ujar Hendro, Sabtu (11/4/2026).
Meski masih normal, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) tetap melakukan langkah antisipasi melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) atau hujan buatan.
Baca Juga: Inara Rusli Absen karena Sakit, Polisi Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Pekan Depan
Langkah ini dilakukan untuk menjaga ketersediaan air, terutama menjelang puncak musim kemarau yang diperkirakan terjadi pada Juni hingga Agustus 2026.
Menurut Hendro, musim kemarau tahun ini berpotensi lebih kering akibat pengaruh El Niño dengan intensitas lemah hingga moderat.
OMC Berlangsung Hingga Awal Mei
Hendro menjelaskan, operasi hujan buatan telah dimulai sejak 9 April dan direncanakan berlangsung hingga awal Mei 2026. Evaluasi akan dilakukan untuk menentukan apakah operasi perlu diperpanjang.
Baca Juga: Denada Klarifikasi Ayah Ressa, Minta Maaf ke Iwa K dan Teuku Ryan
“Kalau stok air belum aman sampai puncak kemarau, OMC bisa diperpanjang,” katanya.
Teknologi modifikasi cuaca dilakukan dengan mempercepat turunnya hujan saat awan telah berada di kawasan Danau Toba, sehingga dapat langsung menambah debit air di danau.
“Awan yang sudah sampai di kawasan danau dipercepat turunnya agar hujan terjadi di wilayah tersebut,” jelasnya.
Imbauan untuk Masyarakat dan Petani
BMKG mengimbau masyarakat agar tidak panik dan tetap mengacu pada informasi resmi. Warga juga diminta mulai menghemat penggunaan air serta menyiapkan penampungan air hujan sebagai langkah antisipasi.
Baca Juga: Sengketa Rumah Rachel Vennya vs Okin Memanas, Kuasa Hukum Turun Tangan
Khusus sektor pertanian, petani diimbau menyesuaikan pola tanam dengan kondisi musim guna menghindari risiko gagal panen akibat kekeringan berkepanjangan. (Net)
Editor : Editor Satu