MEDAN, METRODAILY – Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, mempercepat pemulihan pascabencana banjir dan longsor di Tapanuli Tengah dengan fokus pada perbaikan infrastruktur dan pembangunan hunian tetap (huntap).
Langkah tersebut dibahas dalam pertemuan bersama Bupati Tapteng, Masinton Pasaribu, serta Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), Feriyanto Pawenrusi, di Kantor Gubernur Sumut, Medan, Jumat (10/4/2026).
Bobby menyampaikan, Pemprov Sumut telah melakukan pendataan dan mengalokasikan anggaran untuk pemulihan infrastruktur yang rusak akibat bencana, terutama pada sektor konektivitas dan sistem pengairan.
Baca Juga: Pj Sekdaprov Sumut Buka SA-Note 2026, Tekankan Pemerataan Dokter Anestesi hingga Nias
“Kami fokus pada pemulihan konektivitas dan sistem pengairan agar aktivitas masyarakat bisa kembali normal,” ujarnya.
Selain itu, percepatan penanganan dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor, melibatkan Badan Pertanahan Nasional (BPN), Pangdam I/Bukit Barisan, hingga Kapolda Sumut guna memastikan proses pemulihan berjalan efektif.
Pemerintah Provinsi juga mendorong pemerintah kabupaten untuk memprioritaskan kebutuhan masyarakat terdampak, terutama dalam penyaluran bantuan.
Baca Juga: Gubsu Bobby Amankan Dana Rp23,32 Triliun untuk Pemulihan Bencana Sumut hingga 2028
Sementara itu, Bupati Tapteng Masinton Pasaribu mengatakan pihaknya tengah fokus pada pendataan korban serta percepatan penyaluran Jaminan Hidup (Jadup) dan Dana Tunggu Hunian (DTH) agar tepat sasaran.
Pemkab Tapteng juga mempercepat pembangunan hunian tetap (huntap) dan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak, serta melakukan perbaikan infrastruktur mendesak seperti jalan, jembatan, air bersih, dan sanitasi.
Selain pemulihan fisik, pemerintah daerah turut mendorong kebangkitan ekonomi masyarakat melalui inovasi di sektor pertanian dan UMKM.
Baca Juga: Kahiyang Ayu Dorong Kader PKK Sumut Olah Produk Lokal Jadi Bernilai Ekonomi Tinggi
“Kami akan berkoordinasi dengan Forkopimda untuk mengawal pemulihan pascabencana agar berjalan optimal,” kata Masinton.
Upaya percepatan ini diharapkan mampu mempercepat pemulihan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat terdampak, sekaligus memperkuat ketahanan wilayah terhadap bencana di masa mendatang. (Rel/dis)
Editor : Editor Satu