DELISERDANG, METRODAILY – Bencana tanah longsor melanda Desa Sembahe, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deliserdang, Selasa (7/4/2026) malam. Peristiwa yang dipicu hujan deras dan angin kencang tersebut menyebabkan lima warga meninggal dunia.
Camat Sibolangit, Muhammad Arif Budiman, mengatakan longsor terjadi sekitar pukul 21.00 WIB dan menghantam permukiman warga.
“Korban ada enam orang. Lima meninggal dunia dan satu selamat namun mengalami luka-luka,” ujarnya.
Baca Juga: MTQ Kota Sibolga Digelar 16–18 April, Sekda Tekankan Objektivitas dan Prestasi
Korban meninggal dunia masing-masing Gobal Sembiring (39), Riski Sembiring (14), Boy Simorangkir (51), Rosmawati br Ginting (49), dan Jamilah br Ginting (48). Sementara korban selamat, Sehat br Tarigan (65), saat ini dirawat di RS Pancur Batu.
Evakuasi Dramatis Tim SAR
Tim gabungan dari BPBD Deliserdang, Kantor SAR Medan, serta instansi terkait langsung melakukan operasi pencarian dan evakuasi.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan, Hery Marantika, mengatakan pencarian dilakukan sejak malam kejadian dengan membangun posko SAR di lokasi.
Baca Juga: Porto vs Nottingham Forest: Tuan Rumah Lebih Konsisten, Siap Kunci Kemenangan di Leg Pertama
Pada Rabu (8/4) dini hari, tim mulai melakukan penyisiran menggunakan metode line hail di area sekitar 500 meter persegi.
Korban pertama ditemukan pukul 04.08 WIB, disusul korban lainnya hingga seluruh korban berhasil dievakuasi ke RS Pancur Batu.
“Operasi dilakukan dengan membagi tim menjadi dua SRU, satu penyisiran manual dan satu menggunakan alat berat. Medan licin menjadi tantangan utama,” ujar Hery.
Dengan tidak adanya lagi laporan korban hilang, operasi SAR resmi ditutup.
Baca Juga: Bellingham Dicadangkan! Keputusan Mengejutkan Real Madrid di Liga Champions
Jalan Medan–Berastagi Mulai Dibuka
Longsor juga sempat menutup badan jalan lintas Medan–Berastagi, tepatnya di kawasan jembatan Sembahe.
Kepala Dinas Perhubungan Sumatera Utara, Yuda Pratiwi Setiawan, menyebutkan akses jalan kini mulai bisa dilalui meski belum sepenuhnya normal.
“Pembersihan sudah dilakukan, kendaraan sudah bisa melintas dua arah, namun masih terjadi perlambatan,” ujarnya, Rabu (8/4).
Ia mengimbau pengendara untuk tetap berhati-hati karena kondisi tanah di sekitar lokasi masih labil dan berpotensi terjadi longsor susulan.
Baca Juga: Indosat Gandeng Google, Pelanggan IM3 dan Tri Kini Bisa Akses Gemini AI Gratis hingga 6 Bulan
Imbauan Waspada
Pemerintah dan petugas gabungan terus bersiaga di lokasi untuk mengatur lalu lintas serta memastikan keselamatan pengguna jalan.
Masyarakat yang melintas di kawasan Sembahe diminta mematuhi arahan petugas, mengurangi kecepatan, serta menjaga jarak aman antar kendaraan. (Net)
Editor : Editor Satu