MANDAILING NATAL, METRODAILY – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027, dengan target pertumbuhan ekonomi mencapai 6,10 hingga 6,80 persen.
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Bupati Madina, Saipullah Nasution, secara virtual melalui Zoom, Senin (6/4/2026), dari Aula Kantor Bupati.
Turut hadir Wakil Bupati Atika Azmi Utammi, unsur Forkopimda, Pj Sekda, para asisten, staf ahli, kepala OPD, serta para camat.
Baca Juga: 58 Calon Haji Asal Padanglawas Berangkat ke Medan, Ikuti Manasik 4 Hari di Asrama Haji
Dalam sambutannya, Saipullah menegaskan bahwa Musrenbang RKPD merupakan tahapan strategis dalam perencanaan pembangunan daerah, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017.
“Musrenbang ini menjadi sarana menyelaraskan program pembangunan dengan aspirasi masyarakat serta kebijakan pembangunan nasional dan Provinsi Sumatera Utara,” ujarnya.
Ia menjelaskan, RKPD 2027 merupakan tahun ketiga pelaksanaan RPJMD 2025–2029, sehingga arah pembangunan harus tetap konsisten dengan target jangka menengah yang telah ditetapkan.
Baca Juga: Titik Panas Muncul di Masjid Al Muhajirin Madina, Diduga Bukan Dampak Gunung Sorik Marapi
Dalam pemaparan indikator makro, Pemkab Madina menargetkan pertumbuhan ekonomi meningkat dari 4,38 persen pada 2025 menjadi 6,10–6,80 persen pada 2027. Tingkat pengangguran terbuka diproyeksikan turun dari 7,18 persen menjadi 6,75–7,09 persen.
Sementara itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) ditargetkan naik dari 74,26 menjadi 74,35. Gini rasio diharapkan menurun dari 0,2420 menjadi kisaran 0,232–0,235, serta angka kemiskinan ditekan dari 7,91 persen menjadi 4,43–5,74 persen. Inflasi juga ditargetkan turun dari 4,37 persen menjadi 2,24 persen.
Selain aspek ekonomi, Saipullah menyoroti pentingnya mitigasi bencana dalam perencanaan pembangunan. Ia mengingatkan peristiwa banjir dan longsor yang terjadi pada akhir 2025 yang menyebabkan kerusakan infrastruktur.
Baca Juga: Travel Umroh Abal-abal di Sumut Tipu Puluhan Warga, Kerugian Tembus Miliaran Rupiah
“Ke depan, pembangunan harus mengintegrasikan prinsip pengurangan risiko bencana dan ketahanan daerah di ყველა sektor,” tegasnya.
Adapun tema pembangunan Madina tahun 2027 adalah “Peningkatan Pelayanan Dasar, Transformasi Tata Kelola Pemerintahan dan Ekonomi untuk Mewujudkan Daerah yang Tangguh.”
Tema tersebut mencakup tiga fokus utama, yakni peningkatan pelayanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, air bersih, sanitasi, dan infrastruktur, terutama di wilayah rawan bencana; transformasi tata kelola pemerintahan yang adaptif dan responsif; serta penguatan ekonomi melalui sektor pertanian, perkebunan, perikanan, dan UMKM.
Baca Juga: Korupsi Proyek Jalan, Rp7,2 Miliar Diduga Mengalir ke Plt Kadis PUPR Madina
Saipullah juga mengakui adanya keterbatasan fiskal daerah sebagai tantangan, sehingga diperlukan perencanaan berbasis data yang efektif dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Pemkab Madina, lanjutnya, akan mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta memperkuat sinergi dengan pemerintah provinsi dan pusat.
“Saya berharap melalui Musrenbang ini dapat dihasilkan program prioritas yang realistis dan berdampak nyata bagi masyarakat,” pungkasnya. (Rel)
Editor : Editor Satu