SIBOLGA, METRODAILY – Warga Kota Sibolga mengeluhkan kualitas air yang disalurkan Perumda Air Minum Tirta Nauli karena dinilai keruh dan tidak layak untuk dikonsumsi sebagai air minum.
Keluhan itu disampaikan salah seorang pelanggan, P. Hutabarat, Sabtu (4/4/2026). Ia menyebut kondisi air yang diterima di rumahnya sangat memprihatinkan.
“Airnya sangat tidak layak untuk diminum. Mungkin hanya bisa digunakan untuk MCK,” ujarnya.
Baca Juga: Semarak Paskah, Pemkab Taput Gelar “Music On The Street” hingga Ibadah Subuh di Salib Kasih
Hutabarat yang berdomisili di Kelurahan Sarudik mengungkapkan, kualitas air sebelumnya masih tergolong layak konsumsi. Namun dalam beberapa waktu terakhir, kondisi tersebut mengalami penurunan signifikan.
Keluhan serupa juga disampaikan pelanggan lain seperti H. Hutagalung dan S. Panggabean. Mereka menilai persoalan ini sudah berlangsung cukup lama tanpa ada perbaikan berarti.
Warga memahami adanya dampak bencana terhadap distribusi air. Namun mereka mempertanyakan langkah konkret perusahaan, khususnya terkait perbaikan sistem penyaringan di Instalasi Pengolahan Air (WTP) Sarudik.
Baca Juga: Skandal ‘Setoran Wajib’ Dasus di SMKN 1 Idanogawo, Guru Ngaku Diperas hingga Rp100 Juta
“Kalau tidak ada solusi, mungkin perlu diganti saja namanya dari Perumda Air Minum menjadi Perumda MCK,” ujar salah seorang warga dengan nada sindiran.
Selain kualitas air yang buruk, pelanggan juga mengeluhkan distribusi air yang kerap terhenti, terutama saat hujan turun, meski dalam durasi singkat.
Ironisnya, di tengah kondisi tersebut, warga menyebut tagihan air tetap berjalan normal bahkan cenderung tinggi. Keterlambatan pembayaran juga langsung dikenakan denda.
“Kalau kami telat bayar, langsung didenda. Seharusnya Perumda juga didenda kalau airnya keruh dan sering mati,” keluh warga.
Baca Juga: Baru Dikerjakan, TPT Proyek Jalan Nasional di Afulu Sudah Retak, Warga Soroti Kualitas
Sementara itu, pihak Perumda Air Minum Tirta Nauli melalui Humas Arif Budiman Sihombing belum memberikan tanggapan. (Net)
Editor : Editor Satu