TAPTENG, METRODAILY – Akses transportasi warga di Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, kembali pulih setelah TNI melalui Satgas Penanggulangan Bencana Alam Kodam I/Bukit Barisan merampungkan pembangunan jembatan armco.
Kapendam I/Bukit Barisan, Kolonel Inf Asrul Kurniawan Harahap, menyampaikan bahwa progres pembangunan jembatan telah mencapai 100 persen, termasuk tahap penimbunan yang juga telah selesai.
“Jembatan sudah dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat,” ujarnya di Medan, Rabu.
Baca Juga: Pascabencana, WVI dan YEU Serahkan Jaringan Air Bersih ke Pemkab Tapteng
Rusak Diterjang Banjir Susulan
Sebelumnya, di lokasi tersebut telah berdiri jembatan beton. Namun, infrastruktur itu mengalami kerusakan berat akibat banjir susulan yang melanda kawasan tersebut.
Sebagai respons cepat, TNI bersama personel gabungan langsung melakukan pembangunan ulang guna memulihkan akses masyarakat.
Pembangunan jembatan armco melibatkan sejumlah satuan, di antaranya Kodim 0211/TT, Yon TP 908/GD, serta Denzibang 4/1 Sibolga yang bekerja secara terpadu di lapangan.
Dalam prosesnya, digunakan berbagai peralatan konstruksi seperti ekskavator, angkong, cangkul, hingga alat bantu lainnya untuk mempercepat pekerjaan.
Baca Juga: Serahkan LKPD 2025 ke BPK, Wali Kota Sibolga Bidik Opini WTP Lagi
Tahapan Konstruksi Sistematis
Pembangunan dilakukan melalui tahapan teknis yang sistematis, mulai dari:
- Pembuatan fondasi dan dudukan
- Perakitan pelat armco
- Pemasangan struktur utama
- Pengecoran boks jembatan
- Pengecatan dan finishing (handrail dan badan jembatan)
- Penimbunan serta perapian akhir
Langkah tersebut memastikan jembatan memiliki kekuatan dan daya tahan yang memadai pascabencana.
Percepatan pembangunan jembatan ini menjadi bagian dari upaya pemulihan pascabencana, khususnya untuk mengembalikan mobilitas masyarakat.
Baca Juga: Kapolres Sibolga: Seleksi Polri 2026 Gratis, Tak Ada Titipan dan Pungutan!
Dengan akses yang kembali normal, aktivitas ekonomi warga diharapkan segera pulih dan berjalan lancar seperti sediakala.
“Diharapkan mobilitas masyarakat kembali normal dan kegiatan ekonomi dapat meningkat,” pungkasnya. (net)
Editor : Editor Satu