Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Bupati Karo Gandeng LAKI, Perkuat Adat di Tengah Arus Modernisasi

Editor Satu • Kamis, 2 April 2026 | 11:35 WIB

 

Bupati Karo Antonius Ginting bersama jajaran menerima audiensi pengurus Lembaga Adat Karo Indonesia (LAKI) di Kantor Bupati Karo.
Bupati Karo Antonius Ginting bersama jajaran menerima audiensi pengurus Lembaga Adat Karo Indonesia (LAKI) di Kantor Bupati Karo.

KARO, METRODAILY – Pemerintah Kabupaten Karo memperkuat komitmen pelestarian budaya lokal dengan menggandeng Lembaga Adat Karo Indonesia sebagai mitra strategis.

Hal ini ditandai dengan audiensi antara jajaran pemerintah daerah dan pengurus LAKI di Kantor Bupati Karo, Selasa (31/3/2026).

Audiensi dipimpin langsung Bupati Karo Antonius Ginting, didampingi Wakil Bupati Komando Tarigan dan Sekretaris Daerah Gelora Kurnia Putra Ginting.

Pertemuan ini tidak sekadar silaturahmi, tetapi menjadi forum strategis membahas penguatan peran lembaga adat dalam menjaga identitas budaya Karo di tengah tekanan modernisasi.

Baca Juga: Gubsu Bobby Minta DPR RI Dorong Bank Sumut Naik Kelas Saingi BPD Jawa

Lima Agenda Strategis LAKI

Dalam pemaparannya, LAKI menyampaikan lima fokus utama organisasi, yakni:

  • Pelestarian dan perlindungan nilai adat budaya Karo
  • Penguatan kepemimpinan kolektif tokoh adat dan agama
  • Pengawasan pelaksanaan adat dan penyelesaian konflik
  • Kemitraan dengan pemerintah daerah
  • Penguatan organisasi melalui Musyawarah Besar (Runggun Mbelin)

Selain itu, LAKI juga menyoroti pentingnya penegasan peran Simantek Kuta sebagai elemen kunci dalam struktur sosial masyarakat Karo.

Baca Juga: Desa Bawomataluo Dikebut Masuk UNESCO, Tradisi Lompat Batu Jadi Andalan

Adat Jadi Benteng Sosial

Bupati Karo Antonius Ginting menegaskan, keberadaan lembaga adat sangat krusial dalam menjaga keseimbangan sosial sekaligus mempertahankan jati diri masyarakat.

“Lembaga adat memiliki peran penting sebagai penengah sosial dan benteng budaya, khususnya bagi generasi muda di tengah perubahan zaman,” ujarnya.

Menurutnya, pelestarian budaya tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, tetapi membutuhkan kolaborasi dengan tokoh adat dan masyarakat.

Baca Juga: DPR RI Dorong Bank Sumut Jadi Lokomotif Ekonomi Daerah, Targetkan Lonjakan PAD dan Kredit UMKM

Sinkronisasi Budaya dan Pembangunan

Wakil Bupati Komando Tarigan menambahkan, pembangunan daerah harus tetap berpijak pada nilai kearifan lokal agar tidak kehilangan identitas budaya.

“Program pembangunan harus selaras dengan nilai adat Karo, sehingga hasilnya tidak hanya maju secara fisik, tetapi juga kuat secara budaya,” katanya.

Audiensi ini juga dihadiri sejumlah pejabat daerah, termasuk Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan serta Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda,

Pertemuan ini menjadi langkah awal memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga adat dalam membangun masyarakat yang berkarakter, berbudaya, dan berdaya saing.

Dengan kolaborasi tersebut, nilai-nilai adat Karo diharapkan tetap hidup dan relevan, sekaligus menjadi fondasi pembangunan daerah yang berkelanjutan. (rel/pmg)

Editor : Editor Satu
#LAKI #Bupati Karo