SIANTAR, METRODAILY - KN-LWF Indonesia bersama GMKI Pematangsiantar-Simalungun dan AMAN Wilayah Tano Batak menggelar diskusi (Ngopi & Nalar) dengan topik “Pemuda Untuk Hutan, Hutan Untuk Masa Depan”. Kegiatan ini merupakan salah satu langkah dalam menjawab kekhawatiran terkait pentingnya pemuda dan mahasiswa dalam menjaga hutan.
Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Selasa, 31 Maret 2026 di Pematangsiantar dengan menghadirkan berbagai elemen, mulai dari Organisasi Kepemudaan dan kemahasiswaan Kota Pematangsiantar, BEM Mahasiswa di Pematangsiantar, aktivis lingkungan, dan Pemuda/I Gereja hingga masyarakat sipil yang memiliki perhatian terhadap isu keberlanjutan hutan.
Diskusi berlangsung secara interaktif dan reflektif, menjadi ruang bertukar gagasan, pengalaman, serta strategi dalam merespons berbagai persoalan kehutanan yang semakin kompleks.
Baca Juga: Rumah Lansia di Siantar Terbakar Saat Magrib, Diduga Korsleting Listrik
Dalam sambutannya, perwakilan KN-LWF Indonesia 'Mangisi Erlinda' Peace & Justice Program Officer KN-LWF Indonesia menegaskan bahwa Hutan bukan sekadar sumber daya ekonomi, melainkan ruang hidup yang memiliki nilai ekologis, sosial, bahkan spiritual.
Selanjutnya Ketua Pengurus Harian Wilayah Aman Tano Batak Jhonntoni Tarihoran dalam sambutannya mengatakan, hutan berfungsi sebagai penyangga kehidupan, menjaga keseimbangan iklim, serta menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat terutama masyarakat adat. Namun, realitas yang terjadi saat ini menunjukkan bahwa hutan terus mengalami tekanan akibat eksploitasi berlebihan, alih fungsi lahan, dan kebijakan yang belum sepenuhnya berpihak pada keberlanjutan.
Sementara 'Yova Ivo Cordiaz Purba, Ketua GMKI Pematangsiantar-Simalungun menyampaikan, mahasiswa dan pemuda memiliki peran strategis sebagai agen perubahan. Kesadaran ekologis harus dibangun sejak dini, dan kita sebagai generasi muda harus tampil di garis depan dalam menjaga hutan sebagai warisan kehidupan.
Dalam diskusi ini, di buka ruang sesi tanya jawab bagi peserta terkait tantangan nyata yang dihadapi dalam upaya pelestarian hutan, akibat maraknya praktik penebangan liar, ekspansi industri ekstraktif, konflik agraria, serta lemahnya penegakan hukum terhadap pelaku perusakan lingkungan.
Baca Juga: Kejar Juara Sumut 2026, PKK Siantar Gaspol Benahi Administrasi Kelurahan Simarito
Agar dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat dan keterlibatan generasi muda untuk menjaga hutan. Dalam sesi diskusi interaktif para peserta sepakat bahwa persoalan kehutanan tidak dapat diselesaikan secara parsial, melainkan membutuhkan pendekatan kolaboratif lintas sektor. Masyarakat sipil, organisasi kepemudaan, serta komunitas adat harus bersinergi dalam merumuskan dan menjalankan kebijakan yang berkeadilan dan berkelanjutan.
Diskusi ini juga menjadi momentum untuk mendorong lahirnya gerakan pemuda yang lebih terorganisir dan berkelanjutan dalam menjaga hutan. Pemuda tidak hanya didorong untuk memahami isu, tetapi juga mengambil peran konkret melalui berbagai aksi, seperti kampanye lingkungan, penanaman pohon, pengawasan terhadap praktik perusakan hutan, serta advokasi kebijakan publik.
Sebagai bagian dari komitmen bersama, kegiatan ini menghasilkan beberapa poin penting, antara lain:
1. Mendorong peningkatan kesadaran ekologis di kalangan pemuda dan mahasiswa.
2. Memperkuat peran pemuda sebagai agen perubahan dalam isu lingkungan.
3. Mendorong kolaborasi lintas sektor dalam upaya pelestarian hutan.
4. Menginisiasi gerakan nyata berbasis komunitas atau personal untuk menjaga keberlanjutan hutan melalui penanaman pohon.
Baca Juga: Gelar Natal , GMKI Pematangsiantar-Simalungun Diajak Jaga Persaudaraan dan Lingkungan
Kegiatan ini ditutup dengan seruan bersama bahwa masa depan hutan sangat ditentukan oleh kesadaran dan tindakan generasi muda hari ini. Hutan bukan hanya warisan dari masa lalu, tetapi juga titipan untuk generasi mendatang yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab.
Dengan mengusung semangat “Pemuda Untuk Hutan, Hutan Untuk Masa Depan”, diharapkan kegiatan ini menjadi langkah awal dalam membangun gerakan kolektif yang lebih luas dan berdampak nyata dalam menjaga kelestarian hutan.(ros)
Editor : Metro-Esa