TAPTENG, METRODAILY – Sebanyak 400 kepala keluarga (KK) di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara terdampak banjir akibat hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak akhir pekan lalu.
Data tersebut disampaikan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan, Abdul Muhari, Senin (30/3/2026).
Banjir dilaporkan menggenangi sejumlah wilayah, yakni Kelurahan Tapian Nauli II di Kecamatan Tapian Nauli, serta Kelurahan Pondok Batu dan Kelurahan Pasir Bidang di Kecamatan Sarudik.
Baca Juga: Tragis! Niat Cari Kerja di Kafe, Wanita Asal Padangsidimpuan Ditemukan Meninggal
Berdasarkan hasil kaji cepat tim di lapangan, tinggi muka air yang merendam ratusan rumah warga berkisar antara 10 hingga 20 sentimeter.
“Hujan deras yang terjadi sejak Sabtu petang menjadi pemicu utama banjir di wilayah tersebut,” ujar Abdul Muhari.
Penanganan darurat langsung dilakukan oleh BPBD Tapanuli Tengah bersama unsur terkait melalui asesmen lapangan dan koordinasi dengan pemerintah kecamatan serta desa setempat.
Meski demikian, kondisi terkini dilaporkan mulai membaik. Genangan air berangsur surut dan sebagian besar warga yang sempat dievakuasi telah kembali ke rumah masing-masing.
“Air sudah mulai surut dan warga kembali ke rumah,” tambahnya.
Baca Juga: Polres Tapteng Turun Tangan! 120 KK Korban Banjir-Longsor Terima Bantuan
Kendati situasi mulai terkendali, BNPB mengingatkan potensi bencana susulan masih dapat terjadi, mengingat kondisi cuaca yang masih dinamis.
Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi dan durasi lama. Warga juga diminta memahami jalur evakuasi, serta rutin memantau ketinggian air bagi yang tinggal di bantaran sungai.
Selain itu, BNPB mengingatkan pentingnya mengakses informasi cuaca dari sumber resmi guna mengantisipasi risiko yang lebih besar.
Peristiwa ini kembali menegaskan kerentanan wilayah terhadap bencana hidrometeorologi serta pentingnya kesiapsiagaan bersama antara pemerintah dan masyarakat. (net)