MEDAN, METRODAILY – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Sumatera Utara yang diprakirakan mengalami hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat sepanjang 30 Maret hingga 6 April 2026.
Kepala BBMKG Wilayah I Medan, Hendro Nugroho, menjelaskan kondisi tersebut dipicu oleh kombinasi sejumlah faktor atmosferik yang signifikan, termasuk adanya sirkulasi siklonik di sebelah barat Aceh.
Fenomena ini menyebabkan terbentuknya belokan angin (shearline) dan pertemuan massa udara (konvergensi) di wilayah Pantai Barat Sumut, yang memicu pertumbuhan awan hujan jenis cumulonimbus dalam skala besar.
Baca Juga: Stok Elpiji Sumut Dipastikan Aman, Warga Diminta Tak Panic Buying
“Selain itu, gelombang Madden-Julian Oscillation (MJO) yang aktif di Samudera Hindia, suhu muka laut yang hangat, serta kondisi atmosfer yang labil turut memperkuat pembentukan awan konvektif,” ujar Hendro, Senin (30/3).
Data pengamatan per 28 Maret 2026 menunjukkan curah hujan tinggi di sejumlah titik, di antaranya Kota Gunungsitoli mencapai 105,2 mm, Kabupaten Tapanuli Utara 57,6 mm, Kabupaten Toba 67,6 mm, Kabupaten Langkat 58,2 mm, dan Serdangbedagai 51,4 mm.
BMKG memetakan sejumlah wilayah berpotensi terdampak hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang, meliputi Kabupaten Toba, Asahan, Batubara, Humbang Hasundutan, Karo, Dairi, Pakpak Bharat, Langkat, Binjai, Deliserdang, Serdangbedagai, Tebing Tinggi, Simalungun, Medan, Labuhanbatu Raya, Padanglawas, Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Sibolga, Tapanuli Utara, Mandailing Natal, hingga Kepulauan Nias.
Baca Juga: Kejar Juara Sumut 2026, PKK Siantar Gaspol Benahi Administrasi Kelurahan Simarito
BMKG mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, dan angin kencang, mengingat kondisi cuaca yang dinamis.
“Masyarakat diimbau untuk selalu mengacu pada informasi resmi BMKG dan tidak mudah percaya pada informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.
Selain itu, pemerintah daerah diminta memperkuat koordinasi lintas sektor bersama BPBD, TNI, dan Polri guna memastikan kesiapsiagaan menghadapi potensi dampak cuaca ekstrem.
BMKG memastikan pembaruan informasi cuaca dan peringatan dini dapat diakses melalui kanal resmi, termasuk media sosial dan layanan informasi publik yang disediakan. (rel)