SIANTAR, METRODAILY – Pemerintah Kota Pematangsiantar bergerak cepat merespons kebakaran yang melanda kawasan BDB, Jalan Pendeta Justin Sihombing, Kelurahan Siopat Suhu, Kecamatan Siantar Timur, Senin (30/3).
Wali Kota Wesly Silalahi bersama Ketua TP PKK Liswati Wesly Silalahi turun langsung ke lokasi untuk meninjau kondisi sekaligus menyerahkan bantuan kepada warga terdampak.
Peristiwa kebakaran tersebut menghanguskan lima unit rumah warga. Tiga rumah dilaporkan mengalami kerusakan berat, sementara dua lainnya rusak ringan.
Baca Juga: Annisa Pohan Melahirkan Anak Kedua di Usia 44 Tahun Usai Penantian 17 Tahun
Sebanyak lima kepala keluarga terdampak, yakni Benny Frimanson Purba (41), January Sianturi (45), Dedi Purba (65), Saktin Butar-butar, dan Langkat Sitanggang, menerima bantuan langsung dari pemerintah.
Di lokasi kejadian, Wesly dan rombongan melihat kondisi rumah yang terbakar serta berdialog dengan para korban. Ia menyampaikan empati dan memastikan pemerintah hadir untuk membantu meringankan beban warga.
“Kami turut berduka atas musibah ini. Pemerintah akan berupaya semaksimal mungkin membantu keluarga yang terdampak,” ujar Wesly.
Baca Juga: Tinggalkan Gemerlap Jakarta, Feby Febiola Pilih Hidup Sederhana di Bali
Ia juga memastikan bantuan lanjutan akan disalurkan melalui organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
Bantuan yang diberikan melibatkan sejumlah instansi. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pematangsiantar menyalurkan logistik berupa selimut, matras, kasur, serta sembako.
Sementara itu, Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) memberikan bantuan tambahan berupa lauk siap saji, perlengkapan sandang, kebutuhan anak (kids ware), family kit, obat-obatan, dan vitamin.
Selain bantuan logistik, pemerintah juga langsung membantu pengurusan dokumen administrasi kependudukan melalui Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kota Pematangsiantar.
Baca Juga: Anang Hermansyah dan Ashanty Siap Naik Haji 2026, Sempat Tertunda Dua Tahun
Langkah ini dilakukan untuk memastikan korban tetap memiliki akses terhadap layanan publik pascakebakaran. (esa)