LABURA, METRODAILY – Warga Lingkungan Aek Baringin, Kelurahan Bandar Durian, Kecamatan Aek Natas, digegerkan penemuan jasad seorang perempuan lanjut usia di aliran Sungai Aek Baringin, Minggu (29/3/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.
Korban ditemukan dalam kondisi tersangkut di pelepah sawit di tengah arus sungai yang deras.
Jasad pertama kali ditemukan oleh seorang warga yang tengah memancing. Menyadari adanya tubuh manusia tersangkut, saksi langsung melaporkan kepada warga dan diteruskan ke pihak kepolisian.
Petugas bersama masyarakat kemudian melakukan evakuasi di lokasi dengan kondisi arus yang cukup kuat.
Baca Juga: Diduga Salahi Aturan, Ruko di Atas Sungai di Batu Bara Disorot
Diduga Hanyut Sehari Sebelumnya
Korban diketahui bernama Oppung D. Siahaan (63), warga setempat. Jenazah kemudian dibawa ke Puskesmas Bandar Durian untuk penanganan awal sebelum diserahkan ke keluarga.
Kepala Lingkungan Aek Baringin, Arifin, menyebut korban diduga hanyut sehari sebelumnya, Sabtu (28/3/2026), saat debit air sungai meningkat akibat hujan deras.
Korban yang sehari-hari bekerja sebagai buruh kebun diduga sedang dalam perjalanan pulang dan hendak menyeberangi sungai.
“Arus sungai sangat deras, kemungkinan korban terpeleset atau kehilangan keseimbangan hingga terseret arus,” ujar Arifin.
Baca Juga: Tekan Kejahatan Malam Hari, Polisi Aktif Sambangi Pos Kamling di Tanjungbalai
Korban diperkirakan terbawa arus hingga ratusan meter sebelum akhirnya tersangkut di pelepah sawit.
Peristiwa ini baru diketahui setelah jasad ditemukan. Pihak keluarga sebelumnya tidak menyadari korban hilang karena aktivitas korban yang biasa pulang dari kebun.
Korban diketahui tinggal bersama dua cucunya.
Setelah proses identifikasi selesai, jenazah korban diserahkan kepada keluarga dan dibawa ke rumah anaknya di Desa Aek Paminke untuk dimakamkan.
Baca Juga: Ban Pecah, Truk Sawit Hantam Avanza di Jalinsum Labura, Sopir Kritis
Peringatan Bahaya Sungai Saat Cuaca Ekstrem
Kejadian ini menjadi peringatan bagi masyarakat yang beraktivitas di sekitar sungai agar lebih waspada, terutama saat:
- Curah hujan tinggi
- Debit air meningkat
- Arus sungai menjadi deras
Risiko terpeleset atau terseret arus meningkat signifikan dalam kondisi tersebut. (gus)