Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Bocah 7 Tahun Tewas Tenggelam Saat Bermain di Perairan Danau Toba

Editor Satu • Selasa, 31 Maret 2026 | 11:40 WIB

Petugas dan warga mengevakuasi korban bocah yang tenggelam di kawasan wisata Pantai Wisma Bahari, Parapat, Kabupaten Simalungun.
Petugas dan warga mengevakuasi korban bocah yang tenggelam di kawasan wisata Pantai Wisma Bahari, Parapat, Kabupaten Simalungun.

SIMALUNGUN, METRODAILY – Tragedi terjadi di kawasan wisata Pantai Wisma Bahari, Parapat, Kecamatan Girsang Sipanganbolon, Kabupaten Simalungun.

Seorang bocah perempuan berinisial SSNA (7) meninggal dunia setelah tenggelam saat bermain air, Sabtu (28/3/2026) sekitar pukul 11.40 WIB.

Peristiwa nahas itu terjadi saat korban tengah berlibur bersama keluarganya di kawasan Danau Toba.

Sejumlah saksi mata menyebutkan, sebelum tenggelam korban sempat terlihat panik di tengah air.

Baca Juga: Jadwal Haji 2026 Tetap: Jamaah Masuk Asrama 21 April, Berangkat 22 April

“Awalnya bermain seperti biasa, tapi tiba-tiba melambaikan tangan seperti minta tolong, lalu hilang,” ujar salah seorang pengunjung.

Warga dan pengunjung yang berada di lokasi langsung berupaya melakukan pencarian.

Ditemukan Tak Sadarkan Diri

Tak lama kemudian, korban berhasil ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri. Ia segera dilarikan ke RSUD Parapat untuk mendapatkan pertolongan medis.

Namun, nyawa korban tidak berhasil diselamatkan.

Kapolsek Parapat AKP Mantho Pandiangan membenarkan kejadian tersebut.

“Korban sempat mendapatkan penanganan medis, tetapi tidak dapat diselamatkan,” ujarnya.

Baca Juga: Jawara Fighting Championship Perebutkan Sabuk Bergengsi, Petarung Simalungun Bersinar

Korban diketahui merupakan warga Desa Dahari Selebar, Kecamatan Talawi, Kabupaten Batubara.

Insiden ini memicu sorotan terhadap sistem keamanan di lokasi wisata. Sejumlah pengunjung menilai fasilitas keselamatan di Pantai Wisma Bahari masih minim.

Dari hasil olah TKP, polisi menemukan beberapa faktor yang diduga berkontribusi terhadap kejadian tersebut, di antaranya:

  • Tidak adanya jaring pembatas di dalam air
  • Tidak tersedia penanda kedalaman
  • Tidak ada petugas pengawas di area pantai

Padahal, setiap pengunjung dikenakan tiket masuk sebesar Rp15 ribu per orang.

Baca Juga: Modus Rental, Sepasang Kekasih Bawa Kabur Honda PCX dari Kos-Kosan

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya standar keselamatan di kawasan wisata, khususnya yang melibatkan aktivitas air.

Pengelola objek wisata diharapkan segera melakukan evaluasi menyeluruh guna mencegah kejadian serupa terulang, terutama dengan meningkatkan pengawasan dan fasilitas keselamatan bagi pengunjung. (net)

Editor : Editor Satu
#Tenggelam di Danau Toba