Apresiasi tersebut disampaikan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait saat melakukan kunjungan kerja ke lokasi pembangunan huntap di Kelurahan Aek Parombunan, Kecamatan Sibolga Selatan, Jumat (27/3/2026).
Kunjungan ini turut dihadiri Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti, serta Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya.
Baca Juga: Banjir Rendam Sibolga, Wali Kota Tinjau Parit Tersumbat: Segera Normalisasi Parit
Dalam agenda tersebut, rombongan melakukan verifikasi lapangan dengan berdialog langsung bersama Wali Kota Akhmad Syukri Nazry Penarik, masyarakat terdampak, serta pihak kontraktor guna memastikan validitas data dan progres pembangunan berjalan sesuai rencana.
Maruarar menegaskan, akurasi data korban bencana menjadi fondasi utama dalam memastikan bantuan tepat sasaran dan tidak menimbulkan persoalan baru di lapangan.
“Agar seluruh unit hunian dapat rampung dalam waktu empat bulan setelah groundbreaking, sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam memberikan kepastian tempat tinggal bagi masyarakat terdampak,” tegas Maruarar.
Baca Juga: Kebakaran Hebat di BDB Siantar, 4 Rumah Ludes, Kerugian Tembus Rp2,5 Miliar!
Sementara itu, Wali Kota Sibolga menyampaikan seluruh usulan pencairan bantuan telah diajukan dan terus dikawal secara aktif oleh pemerintah daerah.
Menanggapi hal tersebut, Tito Karnavian memastikan proses pencairan bantuan akan segera direalisasikan, seiring dengan validitas data yang telah diverifikasi.
Kunjungan ini juga dihadiri unsur Forkopimda, termasuk Danrem 023/KS Kolonel Inf Iwan Budiarso, Kapolres Sibolga AKBP Eddy Inganta, serta Ketua DPRD Sibolga Ansyar Afandi Parangin-angin.
Langkah koordinatif antara pemerintah pusat dan daerah ini menegaskan percepatan pemulihan pascabencana tidak hanya bergantung pada anggaran, tetapi juga pada ketepatan data dan sinergi lintas sektor. (ts)