Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

4 Hektare Kebun Terbakar di Simalungun, Cuaca Panas Picu Karhutla

Editor Satu • Senin, 30 Maret 2026 | 12:00 WIB
Kebakaran menghanguskan sekitar 4 hektare lahan kebun di Simalungun akibat cuaca panas dan vegetasi kering.
Kebakaran menghanguskan sekitar 4 hektare lahan kebun di Simalungun akibat cuaca panas dan vegetasi kering.
 
SIMALUNGUN, METRODAILY - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di Kabupaten Simalungun. Sekitar empat hektare lahan kebun di Huta IV Nagori Karang Sari, Kecamatan Gunung Malela, hangus terbakar pada Kamis (26/3/2026) siang.

Lahan yang terbakar diketahui ditumbuhi berbagai vegetasi seperti bambu, ubi, kelapa sawit, serta tanaman liar. Area tersebut juga merupakan bekas lokasi kremasi yang kini tidak terkelola dengan baik.

Kapolres Simalungun, Marganda Aritonang, melalui Kasi Humas Verry Purba, menyebut kebakaran diduga dipicu suhu panas ekstrem yang membakar rumput kering.

“Api dengan cepat membesar karena tiupan angin dan kondisi lahan yang kering,” ujarnya.

Baca Juga: Motor Pak Guru Raib Saat Terapi, 3 Pelaku Curanmor Dibekuk dalam Sepekan!

Kondisi vegetasi yang mudah terbakar serta minimnya perawatan lahan mempercepat penyebaran api ke sejumlah titik.

Dua personel Polsek Bangun langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penanganan awal serta mencegah api merambat ke permukiman warga dan lahan produktif di sekitarnya.

Seorang warga bernama Josen (49) dilaporkan terdampak dalam kejadian ini, sementara saksi mata Kamiran (64) melihat langsung peristiwa kebakaran tersebut.

Meski diklasifikasikan sebagai peristiwa non-pidana, kebakaran ini menjadi peringatan serius terhadap meningkatnya potensi karhutla di tengah cuaca panas.

Baca Juga: Jalan Gereja Siantar Amblas 3 Meter, Pengguna Jalan Saling Serempet

Polres Simalungun mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, serta menghindari aktivitas yang dapat memicu api, seperti membuang puntung rokok sembarangan di area kering.

“Segera laporkan jika menemukan titik api. Pencegahan karhutla adalah tanggung jawab bersama,” tegas Verry.

Dengan potensi musim kemarau yang memperpanjang kondisi kering, kewaspadaan kolektif menjadi kunci untuk mencegah kebakaran serupa meluas dan berdampak lebih besar terhadap lingkungan maupun ekonomi warga. (rel) 

Editor : Editor Satu
#kebakaran lahan #Karhutla di simalungun