Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

5 Desa Lenyap dari Peta Indonesia Usai Bencana Sumatera, Warga Terpaksa Ganti KTP

Editor Satu • Kamis, 26 Maret 2026 | 11:02 WIB

 

Kayu bekas potongan mesin yang hanyut di Sungai Garoga pascabanjir bandang, menjadi bukti dampak penebangan liar oleh PHAT di Tapsel.
Kayu bekas potongan mesin yang hanyut di Sungai Garoga pascabanjir bandang, menjadi bukti dampak penebangan liar oleh PHAT di Tapsel.

JAKARTA, METRODAILY – Bencana banjir bandang dan longsor yang melanda wilayah Sumatera memicu langkah ekstrem pemerintah: menghapus lima desa dari peta administratif Indonesia.

Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, menegaskan desa-desa tersebut dinyatakan hilang total karena tidak lagi memiliki bentuk fisik dan tidak memungkinkan untuk dibangun kembali.

“Yang desanya hilang, ini sama sekali hilang. Otomatis kalau tidak bisa dibangunkan lagi, status administrasinya dihapus,” ujar Tito, Selasa (24/3/2026).

Baca Juga: Libur Lebaran Diawasi Ketat, Polisi Sikat Premanisme & Pungli di Pelabuhan Lama Sibolga

Keputusan ini bukan sekadar perubahan administratif. Dampaknya langsung menyasar identitas warga. Seluruh penduduk dari desa yang hilang akan direlokasi ke wilayah baru dan wajib melakukan pembaruan dokumen kependudukan, termasuk KTP.

“Termasuk KTP harus ditata ulang karena mereka akan menjadi warga di tempat lain,” tegas Tito.

Pemerintah pusat dan daerah kini bergerak cepat menyiapkan skema relokasi. Pemerintah daerah bertanggung jawab menyediakan lahan, sementara pembangunan hunian baru akan ditangani Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman.

Langkah ini menandai fase baru bagi warga terdampak—bukan hanya kehilangan rumah, tetapi juga kampung halaman dan identitas administratif yang melekat selama ini.

Baca Juga: Sekolah Daring April 2026 Batal, Pemerintah Prioritaskan Tatap Muka Cegah Learning Loss

Ini Daftar Desa yang Hilang

Berdasarkan data Kementerian Dalam Negeri, lima desa yang hilang tersebar di dua provinsi:

Provinsi Aceh:

  • Desa Pasir, Kabupaten Gayo Lues
  • Desa Remukut, Kabupaten Gayo Lues
  • Desa Tinggi, Kabupaten Gayo Lues

Provinsi Sumatera Utara:

  • Desa Garoga, Kabupaten Tapanuli Selatan
  • Desa Tandihat, Kabupaten Tapanuli Selatan

Pemerintah juga meluruskan informasi yang sempat beredar terkait jumlah desa terdampak.

“Yang lima benar-benar hilang total. Sisanya, 21 desa mengalami kerusakan berat, namun masih memiliki sebagian wilayah,” jelas Tito.

Baca Juga: Truk Gagal Nanjak di Simalungun, Hantam Kijang: 3 Tewas, 3 Luka

Penanganan Berlapis

Saat ini, penanganan difokuskan di tingkat kabupaten dengan supervisi pemerintah pusat. Kementerian Dalam Negeri telah menugaskan jajaran Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa untuk mengawal proses penghapusan administrasi hingga relokasi warga.

Pemerintah menargetkan seluruh proses berjalan cepat agar warga segera mendapatkan kepastian tempat tinggal dan status hukum baru. (net)

Editor : Editor Satu
#desa hilang #desa garoga