Temuan tersebut berdasarkan pemantauan satelit Terra, Aqua, SNPP, dan NOAA20 yang dilakukan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika.
“Sebanyak 15 titik panas terpantau dari hasil pengamatan satelit,” ujar Prakirawan BBMKG Wilayah I, Christin Mori, Senin (23/3/2026).
BMKG mencatat titik panas tersebar di enam kabupaten, yakni:
- Kabupaten Karo
- Dairi
- Labuhanbatu
- Labuhanbatu Utara
- Mandailing Natal
- Simalungun
Baca Juga: Lonjakan Saat Lebaran! 64.283 Kendaraan Serbu Tol Sinaksak, Trafik Naik Hampir 200%
Kondisi ini mengindikasikan adanya peningkatan potensi kebakaran lahan, terutama di wilayah dengan suhu tinggi dan kondisi vegetasi kering.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar, serta tidak meninggalkan sumber api di area terbuka.
Langkah pencegahan dinilai krusial untuk menghindari meluasnya kebakaran yang dapat berdampak pada lingkungan, kesehatan, dan aktivitas ekonomi.
Gelombang Tinggi Ancam Perairan Sumut
Selain potensi karhutla, BMKG juga mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi di sejumlah perairan Sumatera Utara pada 24–26 Maret 2026.
Baca Juga: Wanita 45 Tahun Tewas Tertabrak Kereta Api di Siantar, Diduga Tak Dengar Laju KA
Prakirawan Stasiun Meteorologi Maritim Belawan, Dasmian Sulviani, menyebut tinggi gelombang diperkirakan mencapai 1,25 hingga 2,5 meter.
Wilayah yang berpotensi terdampak antara lain:
- Perairan barat Kepulauan Batu
- Samudra Hindia barat Kepulauan Nias
- Perairan barat dan timur Kepulauan Nias
Kecepatan angin di wilayah tersebut berkisar 6–25 knot, dengan arah dominan dari tenggara hingga barat daya.
Nelayan dan Kapal Diminta Waspada
BMKG mengingatkan nelayan untuk meningkatkan kewaspadaan jika angin mencapai 15 knot dan gelombang 1,25 meter.
Sementara operator kapal tongkang diminta siaga saat angin menyentuh 16 knot dan gelombang mencapai 1,5 meter. (net)