TAPTENG, METRODAILY – Bupati Kabupaten Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, menekankan pentingnya pendataan korban bencana hidrometeorologi dilakukan secara cepat dan akurat agar masyarakat terdampak segera menerima bantuan.
Hal tersebut disampaikan Masinton saat memimpin rapat pendataan korban bencana di Ruang Rapat Cendrawasih Kantor Bupati Tapteng, Minggu (15/3/2026).
Menurutnya, percepatan pendataan sangat penting agar masyarakat dapat segera memperoleh bantuan seperti Dana Tunggu Hunian (DTH) dan Bantuan Jaminan Hidup (Jadup).
Masinton menegaskan bahwa proses pendataan tidak sekadar mencatat angka, tetapi menyangkut kehidupan masyarakat yang terdampak bencana.
“Pendataan ini harus dikerjakan dengan tanggung jawab. Jeli dan hati-hati, jangan sampai ada korban yang tidak terdata, karena ini adalah pertanggungjawaban moral kita,” tegasnya.
Ia juga menekankan agar proses pendataan dilakukan secara objektif dan memprioritaskan korban yang benar-benar terdampak, bukan berdasarkan kedekatan personal.
“Pendataan harus memprioritaskan korban, bukan karena kawan, saudara, famili ataupun tetangga. Verifikasi harus dilakukan langsung ke lapangan,” ujarnya.
Selain itu, Masinton menginstruksikan agar pemerintah desa dan kelurahan membuka posko pendataan untuk memudahkan masyarakat melaporkan kondisi mereka pascabencana.
“Buat posko pendataan di setiap kelurahan dan desa. Jemput data ke masyarakat, karena pemerintah adalah pelayan rakyat. Semua harus kita sisir, jangan sampai ada masyarakat terlewat dari pendataan,” imbaunya.
Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat penyaluran bantuan kepada masyarakat yang terdampak bencana hidrometeorologi di wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah. (zatam)
Editor : Editor Satu