Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Sumper Akan Sempurnakan Ma'had Jamiyah di UIN Syahada Padangsidimpuan

SAMMAN • Selasa, 17 Maret 2026 | 07:10 WIB

Rektor demisioner 'mangulosi' rektor baru UIN Syahada Padangsidimpuan, Senin (16/3/2026). (Samman/MetroDaily)
Rektor demisioner 'mangulosi' rektor baru UIN Syahada Padangsidimpuan, Senin (16/3/2026). (Samman/MetroDaily)

SIDIMPUAN, METRODAILY-Universitas Islam Negeri (UIN) Syekh Ali Hasan Ahmad Addary (Syahada) Padangsidimpuan menggelar pisah sambut rektor, Senin (16/3/2026) di Aula Rektorat UIN Syahada, Kota Padangsidimpuan.

Dalam pisah sambut ini, hadir mantan pimpinan UIN Syahada yang pada saat sebelumnya berstatus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) dan Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN).

Drs H Agussalim Daulay MAg, sebagai ketua STAIN Padangsidimpuan, sangat bangga melihat kondisi UIN Syahada yang saat ini telah memiliki 11 Profesor.

"Selamat kepada Sumper Mulia Harahap. Selalu diberi kekuatan dalam memimpin UIN Syahada ini, dengan integritas yang tinggi dan dedikasi yang baik dalam memajukan perguruan tinggi ini," doanya, dalam sambutan.

Prof Ibrahim Siregar yang menjabat rektor IAIN Padangsidimpua, menerangkan tentang nama Syekh Ali Hasan Ahmad Addary. Tokoh, pemikir dan ulama asal Tapanuli Bagian Selatan ini telah melampaui masanya, melampaui pemikiran pada zamannya.

"Punya firkoh dan harokah yang jelas. Tidak ada apa-apanya apa yang saya buat jika tidak ada pondasi fundamental dari pemikiran beliau. Saya berharap, kita jangan lupakan sejarah. Kehadiran H Agussalim Daulay tadi, silsilah firkoh, silsilah dari adanya UIN ini," katanya.

Sementara itu, Rektor Demisioner UIN Syahada Prof Muhammad Darwis Dasopang berpesan, agar digitalisasi manajemen lebih disempurnakan.

Dalam hal sumber daya manusia, menurut Darwis, UIN Syahada telah mapan. Akan tetapi, kekompakan perlu dijaga, agar bersama-sama membina generasi bangsa.

"Pertambahan ma'had ini juga harus dilihat. Juga adanya International Office, sebagai pusat yang menampung mahasiswa luar negeri kita. Dan, pertambahan Pusat Kajian Islam dan Moderasi Beragama, ini juga perhatian kita ke depan," katanya.

Prof Sumper Mulia Harahap, Rektor UIN Syahada Padangsidimpuan yang baru sangat berterima kasih dengan arahan-arahan seniornya itu. Dan akan menjadi catatan penting baginya dalam memimpin UIN Syahada 4 tahun ke depan.

"Saya tentunya, membutuhkan kita semua civitas akademika yang sangat sabar dan tabah menghadapi situasi ini," katanya.

Sumper pun menanggapi tentang Ma'had Jamiyah atau lembaga pendidikan Islam berbasis pesantren yang terintegrasi dengan UIN Syahada.

Menurutnya, Ma'had Jamiyah ini urat nadi dalam langkahnya memimpin UIN Syahada, dan dalam mengintegrasikan keilmuan. Dan akan disempurnakan dengan dana Badan Layanan Umum (BLU).

"Dirjen PTKIN (Kementerian Agama) mengamanahkan satu. 'Dana-dana yang di BLU, tarik anggaran itu berapa yang bisa diambil, dan bangun untuk asrama Ma'had Jamiyah di kampus kalian'," ulas Sumper.

Di lain sisi, dengan keadaan keuangan yang belum maksimal, Sumper masih optimis akan tetap bisa membangun UIN Syahada melalui sumber-sumber keuangan baru. Termasuk, akan mencoba kerjasama dengan Islamic Development Bank (IsDB).

"Apa yang kita usahakan hari ini, ini wakaf kita nanti apa yang diwariskan bagi generasi ke depan," pungkasnya. (SAN)

Editor : Editor Satu
#kemenag #STAIN Madina #UIN Syahada Padangsidimpuan