TAPSEL, METRODAILY – PT Agincourt Resources (PTAR), pengelola Tambang Emas Martabe, menerapkan rehabilitasi lahan secara progresif dengan melakukan pemulihan lingkungan sejak area tambang tidak lagi digunakan, tanpa harus menunggu masa pascatambang.
Perusahaan memastikan bahwa pengelolaan lingkungan tetap berjalan meski kegiatan operasional tambang saat ini dihentikan sementara.
Langkah tersebut meliputi rehabilitasi lahan, pemantauan kualitas lingkungan, serta perlindungan keanekaragaman hayati di sekitar kawasan tambang.
Hingga akhir 2025, PT Agincourt Resources yang beroperasi di Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, telah merehabilitasi lahan seluas 54 hektare.
Baca Juga: Diduga Putus Cinta, Pria 23 Tahun Gantung Diri di Toba
Upaya ini dilakukan untuk memulihkan fungsi lahan sekaligus memperkuat lanskap ekosistem hutan di sekitar area tambang.
Salah satu contoh keberhasilan rehabilitasi tersebut terdapat di area Henny Dump, yakni nama sebuah area rehabilitasi atau penimbunan material sisa (waste material) di dalam lokasi tambang emas Martabe.
Kini, kawasan tersebut telah dipulihkan dan berkembang menjadi area hutan.
Manager Biodiversity & Environmental Strategic Development PT Agincourt Resources, Syaiful Anwar, menjelaskan bahwa area Henny Dump memiliki tantangan tersendiri dalam proses rehabilitasi.
Baca Juga: Wali Kota Sibolga Lantik 10 Pejabat Baru
Menurutnya, material sisa tambang memiliki tingkat keasaman rendah dengan konsentrasi logam yang relatif tinggi.
Karena itu, jenis tanaman yang dipilih harus mampu bertahan di tanah dengan kondisi tersebut.
Penanaman Dilakukan Bertahap
Proses pemulihan dilakukan secara bertahap. Tahap awal dimulai dengan penanaman Legume Cover Crops (LCC) untuk memperbaiki unsur hara tanah.
Setelah itu, ditanam tanaman cepat tumbuh guna mempercepat proses pemulihan lahan.
Setelah tanaman berusia sekitar dua tahun, kawasan tersebut diperkaya dengan berbagai tanaman spesies lokal agar struktur vegetasi dapat mendekati ekosistem hutan alami.
Baca Juga: Jalinsum Sibolga–Pandan Macet Parah, Antrean Kendaraan Mengular hingga 2 Km
Untuk mendukung program rehabilitasi ini, PT Agincourt Resources juga didampingi Biodiversity Advisory Panel.
Selain itu, perusahaan memiliki fasilitas pembibitan (nursery) seluas sekitar 6.000 meter persegi yang hingga akhir 2025 telah memproduksi lebih dari 52 ribu bibit tanaman lokal.
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga keberlanjutan lingkungan di sekitar Tambang Emas Martabe. (net)
Editor : Admin Metro Daily