SIDIMPUAN, METRODAILY – Sebanyak 165 warga terdampak bencana tanah longsor di Desa Tandihat menerima bantuan alat kesehatan dan perlengkapan kebersihan lingkungan dari Universitas Aufa Royhan, Sabtu (14/3/2026).
Bantuan tersebut disalurkan kepada warga yang saat ini masih tinggal di hunian sementara akibat bencana longsor yang melanda wilayah tersebut.
Dosen Universitas Aufa Royhan, Adi Antoni, yang didampingi Haslinah menjelaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat bertajuk Mahasiswa Berdampak Pemulihan Bencana.
Program tersebut dilaksanakan oleh mahasiswa Universitas Aufa Royhan bekerja sama dengan Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat di bawah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Baca Juga: Wali Kota Sibolga Lantik 10 Pejabat Baru
Bantuan Perlengkapan untuk Warga
Tim mahasiswa menyerahkan berbagai perlengkapan yang dibutuhkan warga, di antaranya sapu, payung, sekop, dan sepatu boot.
“Bantuan tersebut diberikan kepada 165 warga Desa Tandihat yang saat ini tinggal di hunian sementara akibat bencana tanah longsor yang melanda wilayah tersebut,” ujar Adi Antoni.
Ia berharap bantuan tersebut dapat membantu masyarakat menjaga kebersihan lingkungan sekaligus menunjang aktivitas sehari-hari selama masa pemulihan pascabencana.
Selain menyerahkan bantuan, mahasiswa juga memberikan edukasi kepada warga mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan serta upaya pencegahan risiko kesehatan di area hunian sementara.
Baca Juga: Jalinsum Sibolga–Pandan Macet Parah, Antrean Kendaraan Mengular hingga 2 Km
Program Mahasiswa Berdampak ini tidak hanya menjadi bentuk kepedulian sosial mahasiswa, tetapi juga merupakan kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung proses pemulihan masyarakat yang terdampak bencana.
Warga Sambut Positif Bantuan
Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat Desa Tandihat.
Warga berharap bantuan yang diberikan dapat meringankan beban mereka selama masa pemulihan setelah bencana tanah longsor.
Program pengabdian masyarakat ini juga menjadi wujud sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah dalam mendukung pembangunan sosial serta memperkuat peran mahasiswa sebagai agen perubahan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. (net)