SIBOLGA, METRODAILY – Kemacetan panjang terjadi di ruas Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) yang menghubungkan Sibolga dengan Pandan, Sabtu (14/3/2026) sore.
Antrean kendaraan bahkan mencapai sekitar 2 kilometer, mulai dari Kilometer 3,5 Kelurahan Parombunan, Kota Sibolga hingga Kilometer 5,5 Kelurahan Sibuluan Nauli, Kecamatan Sarudik, Kabupaten Tapanuli Tengah.
Kemacetan terparah terjadi sekitar pukul 17.00 WIB hingga 18.00 WIB dan diperkirakan baru terurai sekitar pukul 19.00 WIB.
Berdasarkan pantauan di lokasi, ratusan kendaraan dari berbagai jenis terpaksa bergerak perlahan dengan kondisi padat merayap.
Baca Juga: Semangat Toleransi, Gen-Z Joshua Siahaan Bagikan 2.000 Takjil di Siantar
Kemacetan diduga dipicu meningkatnya arus kendaraan pada sore hari, saat para pekerja yang bekerja di Kota Sibolga pulang menuju rumah mereka di arah Pandan dan sekitarnya, maupun sebaliknya.
Kondisi ini semakin diperparah karena tidak adanya jalur alternatif sehingga seluruh kendaraan harus melintasi ruas Jalinsum tersebut.
Kemacetan juga diperburuk oleh kendaraan yang berhenti di bahu jalan, terutama di sekitar persimpangan Jalinsum dengan simpang Pondok Batu serta simpang Asrama TNI di Sarudik.
Selain itu, lebar jalan yang hanya sekitar enam meter dinilai tidak lagi sebanding dengan volume kendaraan yang terus meningkat setiap hari.
Baca Juga: Wesly Bawa 100-an Anak Yatim Belanja Baju Lebaran di Ramayana Siantar
Warga Usulkan Jalan Diperlebar
Seorang warga Kelurahan Sibuluan Nauli, Iwan (43), yang bekerja di kawasan tangkahan ikan di Kelurahan Pondok Batu mengatakan kondisi kemacetan tersebut sudah berlangsung lama.
“Seingat saya sudah bertahun-tahun kondisi macet seperti ini terjadi. Salah satu penyebabnya lebar jalan tidak sebanding dengan jumlah kendaraan dari Sibolga ke Pandan maupun sebaliknya,” ujarnya.
Ia berharap pemerintah dapat memperlebar ruas Jalinsum tersebut agar kemacetan tidak terus berulang.
Menurutnya, masih terdapat sekitar satu meter sisi kiri dan kanan jalan yang belum diaspal sehingga berpotensi dimanfaatkan untuk pelebaran jalan.
Baca Juga: Lansia Meninggal di Pinggir Sungai Siantar, Sempat Keluh Kaki Sakit
Iwan juga menambahkan, kemacetan bisa semakin parah jika terjadi banjir saat musim hujan, khususnya di wilayah perbatasan Kota Sibolga dengan Kabupaten Tapanuli Tengah di sekitar Kilometer 3,8. (net)