MADINA, METRODAILY — Bupati Mandailing Natal (Madina) Saipullah Nasution memaparkan sejumlah capaian pembangunan daerah sekaligus rencana proyek strategis pada sidang paripurna Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Mandailing Natal di DPRD Madina, Senin (9/3).
Dalam forum resmi yang digelar di Ruang Paripurna DPRD Madina, Kompleks Perkantoran Payaloting, Panyabungan itu, Saipullah menegaskan sejumlah indikator pembangunan daerah menunjukkan tren positif sepanjang 2025.
“Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Madina pada tahun 2025 mencapai 74,26 atau meningkat 1,12 poin dibandingkan tahun 2024,” ujar Saipullah dalam sambutannya.
Selain peningkatan IPM, angka kemiskinan di Madina juga tercatat mengalami penurunan. Pada 2025, angka kemiskinan berada di level 7,91 persen.
“Angka kemiskinan pada tahun 2025 juga tercatat sebesar 7,91 persen atau mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya,” katanya.
Sementara itu, tingkat pengangguran terbuka juga mengalami penurunan, meskipun relatif kecil, dari 7,22 persen pada 2024 menjadi 7,18 persen pada 2025.
RSUD Dipindah untuk Perkuat Layanan Kesehatan
Di sektor pelayanan publik, Pemkab Madina juga melakukan langkah strategis dengan memindahkan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Panyabungan guna meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat.
Menurut Saipullah, relokasi RSUD tersebut bertujuan mendukung peningkatan layanan kesehatan prioritas, khususnya untuk penanganan kanker, jantung, stroke, uronefrologi, serta kesehatan ibu dan anak (KJSU-KIA).
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperkuat sistem layanan kesehatan di Mandailing Natal.
Dalam kesempatan itu, Saipullah juga mengungkapkan bahwa proses pembentukan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Madina saat ini tinggal menunggu persetujuan dari Menteri Dalam Negeri.
Keberadaan BUMD tersebut diharapkan menjadi motor baru dalam pengelolaan potensi ekonomi daerah sekaligus meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).
Siapkan Kawasan Industri Batahan dan PLTA
Selain memaparkan capaian, Bupati juga menyampaikan sejumlah rencana pembangunan strategis yang akan didorong pemerintah daerah ke depan.
Salah satunya pengembangan sektor perkebunan melalui kerja sama dengan badan usaha untuk budidaya komoditas unggulan seperti pisang barangan, pisang kepok, sereh wangi, nilam, serta kopi Mandailing.
Pemkab Madina juga menargetkan pembentukan kawasan industri Pelabuhan Batahan yang diharapkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah pesisir barat Mandailing Natal.
Selain itu, pemerintah daerah juga merencanakan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) untuk memperkuat ketersediaan energi sekaligus mendukung aktivitas industri di masa mendatang.
Di sektor infrastruktur, pembangunan Jembatan Batahan–Palimbungan sepanjang 120 meter telah mulai dilaksanakan sebagai akses strategis menuju Pelabuhan Batahan.
DPRD Dorong Kolaborasi Pembangunan
Sidang paripurna HUT ke-27 Madina tersebut dipimpin Ketua DPRD Madina Erwin Efendi Lubis dan dihadiri sejumlah pejabat daerah, tokoh masyarakat, organisasi profesi, serta perwakilan daerah tetangga.
Erwin mengatakan tema HUT ke-27 Madina, “Kolaborasi dan Inovasi untuk Mewujudkan Madina Maju dan Tangguh”, memiliki makna penting dalam menyatukan seluruh potensi daerah.
Menurutnya, kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha menjadi kunci dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan daerah.
“Sinergi ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata,” katanya.
Erwin juga mengajak putra-putri Mandailing Natal yang berada di perantauan untuk ikut berkontribusi dalam percepatan pembangunan daerah.
Sidang paripurna tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Madina Atika Azmi Utammi Nasution, Penjabat Sekretaris Daerah Sahnan Pasaribu, para asisten dan kepala organisasi perangkat daerah (OPD), serta 33 anggota DPRD Madina. (Net)
Editor : Editor Satu