Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Kisah Pendeta Adventus Nadapdap: Dari Mimbar Ke Perjuangan HAM dan Lingkungan

Edi Saragih • Selasa, 10 Maret 2026 | 18:35 WIB

Pdt. Adventus Nadapdap.
Pdt. Adventus Nadapdap.

SIANTAR, METRODAILY - Iman Kristen bagi Pdt Adventus Nadapdap tidak berhenti di ruang ibadah. Sebagai seorang gembala Tuhan, ia meyakini bahwa spritualitas sejati harus hadir di tengah perjuangan masyarakat untuk menegakkan keadilan, membela kemanusiaan, dan menjaga keutuhan ciptaan-Nya.

Sejak masa mudanya, Adventus Nadapdap telah menunjukkan ketertarikan pada isu-isu sosial. Ketika menempuh pendidikan teologi di STT Abdi Sabda Medan pada tahun 1998 hingga 2004, ia aktif dalam berbagai gerakan mahasiswa. Pengalaman tersebut membentuk cara pandangnya bahwa iman dan tanggung jawab sosial tidak dapat dipisahkan.

Setelah ditahbiskan menjadi pendeta pada tahun 2007, panggilan pelayanan itu semakin nyata. Dalam setiap tempat pelayanan, ia tidak hanya menjalankan tugas pastoral, tetapi juga terlibat dalam berbagai perjuangan masyarakat.

Saat melayani sebagai Pendeta Resort di HKI Resort Tigalingga pada tahun 2008 hingga 2011, Pdt. Adventus turut bekerja bersama organisasi masyarakat sipil, termasuk YPDPK, untuk mendampingi masyarakat memperjuangkan keselamatan wilayah Dairi dari ancaman pertambangan timah oleh PT. DPM.

Pelayanan yang berpihak kepada masyarakat juga terlihat ketika ia melayani di HKI Resort Siborongborong pada tahun 2011 hingga 2016. Di sana, ia aktif mendampingi jemaat yang wilayah adatnya terdampak oleh penguasaan lahan oleh perusahaan PT. TPL.

Komitmennya terhadap pelayanan sosial semakin terasa ketika ia dipercaya menjadi Kepala Departemen Diakonia HKI pada tahun 2016 hingga 2020. Dalam posisi tersebut, ia mendorong gereja untuk lebih terlibat dalam pelayanan sosial dan advokasi bagi masyarakat yang mengalami ketidakadilan.

Baca Juga: Direksi PT Mulia Jaya Transtama Hadiri Pesta Gotilon Gereja HKI Jawa Tongah

Spiritualitas Pembebasan

Dalam refleksi teologinya, Pdt Adventus Nadapdap menekankan bahwa kasih, keadilan, dan pembebasan merupakan inti dari iman Kristen. Ia sering mengingatkan bahwa gereja dipanggil untuk berpihak kepada mereka yang tertindas, sebagaimana teladan para nabi dalam Alkitab dan pelayanan Yesus yang membela orang kecil, miskin, dan terpinggirkan.
Baginya, spiritualitas Kristen tidak hanya bersifat personal, tetapi juga harus melahirkan keberanian moral untuk menyuarakan kebenaran di tengah masyarakat.

Pdt Adventus juga dikenal aktif dalam berbagai diskusi dan gerakan yang memperjuangkan hak asasi manusia. Ia sering mengangkat isu kebebasan beragama, perlindungan kelompok minoritas, serta penghargaan terhadap martabat manusia tanpa diskriminasi.

Dalam berbagai forum gereja maupun masyarakat sipil, ia mendorong gereja untuk tidak bersikap pasif terhadap pelanggaran HAM, tetapi menjadi suara profetis yang membela kebenaran dan keadilan.

Selain isu HAM, ia juga memberi perhatian besar pada persoalan ketimpangan sosial. Melalui khotbah, tulisan, serta keterlibatannya dalam kegiatan sosial, ia mengajak umat untuk membangun solidaritas dengan mereka yang mengalami kemiskinan, marginalisasi, dan ketidakadilan struktural.

Menurutnya, gereja memiliki tanggung jawab etis untuk ikut membangun masyarakat yang lebih adil dan manusiawi.

Kepedulian akan Keutuhan Ciptaan-Nya

Kesadaran ekologis juga menjadi bagian penting dari pemikiran Pdt Adventus Nadapdap. Ia melihat kerusakan lingkungan sebagai persoalan moral dan spiritual yang tidak bisa diabaikan oleh gereja.

Dalam berbagai kesempatan, ia menekankan bahwa manusia dipanggil menjadi penatalayan ciptaan Tuhan. Karena itu, menjaga hutan, air, tanah, dan seluruh ekosistem merupakan bagian dari tanggung jawab iman.

Bagi Pdt Adventus Nadapdap, gereja tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga ruang transformasi sosial. Gereja harus hadir sebagai komunitas yang membawa damai, keadilan, dan pemulihan bagi dunia.

Melalui pelayanan pastoral dan keterlibatannya dalam berbagai gerakan sosial, ia terus mendorong gereja untuk terlibat dalam dialog, advokasi, serta kerja sama lintas komunitas demi terciptanya masyarakat yang lebih berkeadilan.

Komitmennya terhadap perjuangan HAM, keadilan sosial, dan kelestarian lingkungan menjadikan Pdt. Adventus Nadapdap sebagai salah satu figur yang menginspirasi banyak orang. Bagi banyak kalangan, pelayanannya menjadi bukti bahwa iman dapat menjadi kekuatan moral yang mendorong perubahan sosial menu ju kehidupan yang lebih bermartabat. (esa)

.

 

Editor : Metro-Esa