TAPSEL, METRODAILY – Warga Desa Aek Lobu, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), dikejutkan dengan penemuan kerangka manusia di sekitar aliran sungai, Kamis (6/3/2026).
Kerangka tersebut ditemukan terjepit di antara tumpukan batang kayu dan lumpur kering. Warga menduga kerangka itu merupakan korban yang hilang saat bencana banjir bandang melanda wilayah Tapanuli Selatan pada akhir 2025 lalu.
Penemuan tersebut menjadi perhatian masyarakat karena sejak bencana terjadi, masih ada beberapa warga yang dilaporkan hilang dan belum ditemukan.
Menurut keterangan warga, kerangka itu pertama kali terlihat saat mereka beraktivitas di kawasan pinggiran sungai. Awalnya, benda yang tersangkut di antara kayu dan akar pohon itu dikira hanya potongan kayu sisa material banjir.
“Setelah didekati, ternyata itu kerangka manusia,” ujar salah seorang warga di lokasi, Senin (9/3/2026).
Dalam rekaman video yang beredar di media sosial, terlihat warga mengevakuasi kerangka tersebut dengan hati-hati karena kondisinya sudah bercampur dengan material lumpur dan akar pepohonan.
Dugaan bahwa kerangka tersebut merupakan korban banjir bandang menguat karena lokasi penemuan berada di jalur aliran material bencana yang terjadi pada akhir 2025 lalu.
Saat bencana terjadi, tim SAR gabungan telah melakukan pencarian intensif terhadap para korban. Namun hingga berakhirnya masa tanggap darurat, masih terdapat beberapa warga yang dinyatakan hilang.
Setelah menerima laporan warga, aparat desa bersama pihak berwenang segera mendatangi lokasi untuk melakukan evakuasi sekaligus mengamankan tempat kejadian perkara (TKP) guna proses identifikasi lebih lanjut.
Saat ini, pihak berwenang tengah melakukan proses identifikasi medis untuk memastikan identitas kerangka tersebut agar dapat diketahui apakah benar merupakan salah satu korban bencana banjir bandang.
Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang menunggu hasil identifikasi resmi dari pihak kepolisian dan tim medis.
Masyarakat juga diminta bijak dalam menyebarkan informasi serta tidak membagikan foto maupun video penemuan secara sembarangan demi menjaga perasaan keluarga korban. (Net)
Editor : Editor Satu